Chelsea Menang Tipis Usai Drama VAR

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Wrexham

Intervensi teknologi dan gol Alejandro Garnacho menjadi penyelamat Chelsea dari kejutan tim kasta bawah.

Drama kompetisi piala mencapai titik didihnya di Stadion Cae Ras saat Wrexham hampir mengulangi sejarah emas "giant-killing" mereka. 

Namun, debut penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di stadion bersejarah ini justru menjadi antagonis utama bagi tuan rumah, saat Chelsea berhasil keluar dari lubang jarum dengan kemenangan dramatis di putaran FA Cup sabtu 7 Maret 2026.


(Alejandro Garnacho duduk di atas papan iklan setelah membawa Chelsea unggul untuk pertama kalinya. (Foto: The Guardian/Phil Noble))

Wrexham, yang didukung penuh oleh pemilik klub Ryan Reynolds dan Rob McElhenney di tribun, tampil tanpa rasa takut menghadapi raksasa Premier League. Gol dari Sam Smith dan penyelesaian cerdik Callum Doyle dua kali membawa tim asuhan Phil Parkinson unggul, membangkitkan memori kemenangan legendaris mereka atas Arsenal pada tahun 1992.

Intervensi Teknologi yang Menyakitkan 

Titik balik laga terjadi menjelang akhir waktu normal ketika George Dobson menerima kartu merah setelah tinjauan VAR meningkatkan hukuman dari kartu kuning. Chelsea memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di babak tambahan melalui tendangan voli Alejandro Garnacho.

Momen paling krusial muncul di menit ke-114. Lewis Brunt berhasil menyundul bola ke gawang Chelsea yang memicu euforia luar biasa dari 9.000 pendukung tuan rumah. 


(Pemain Wrexham, Lewis Brunt (kanan), menyundul bola dari jarak dekat namun upayanya tersebut kemudian dianulir oleh VAR. (Foto: PA Sport/ Nick Potts))

Namun, perayaan tersebut seketika menguap. Garis merah "takdir" ditarik oleh operator VAR, menyatakan Brunt berada dalam posisi offside yang sangat tipis sebelum akhirnya João Pedro mengunci kemenangan Chelsea menjadi 4-2.

Manajer Wrexham, Phil Parkinson, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit terkait pengusiran Dobson.

Di sisi lain, manajer Chelsea, Liam Rosenior, menilai keputusan teknologi tersebut sudah tepat meski menyakitkan bagi lawan.

Chelsea, yang melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemainnya, sempat kesulitan mengembangkan permainan. Mereka sempat tertinggal akibat gol Sam Smith yang memanfaatkan kegugupan kiper Robert Sánchez. 

Keberuntungan memihak Chelsea saat tendangan Garnacho yang disapu di garis gawang justru membentur kiper Arthur Okonkwo dan masuk ke gawang sendiri.

Meski kalah, performa Wrexham menunjukkan kesiapan mereka untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Ambisi mereka untuk meraih promosi keempat berturut-turut menuju Premier League musim depan tampak realistis melihat bagaimana mereka mampu merepotkan tim sekelas Chelsea.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Longsor Gunung Sampah Bantargebang Diduga Terus Bertambah, Truk dan Warung Hilang Terkubur Sampah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Nekat, Trump "Langgar Aturan" demi Kirim Ribuan Bom ke Israel
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Diperpanjang
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Banjir di Daan Mogot Mulai Surut, Kendaraan Dapat Melintas
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Areumé Beauty Hadir di Indonesia, Hadirkan Skincare Anti Aging Berbasis Sains
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.