Natuna (ANTARA) - Sekolah Rakyat (SR) 32 Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau membuka dua rombongan belajar (rombel) pada setiap jenjang pendidikan untuk tahun ajaran baru 2026–2027.
Kepala SR 32 Natuna, Bumi, di Natuna, Ahad, mengatakan penetapan dua rombel pada setiap jenjang mengacu pada kebijakan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penerimaan siswa baru di SR 32 Natuna sama seperti sekolah pada umumnya, yakni Juni.
Ia menyebut, SR Natuna merupakan sekolah terintegrasi yang menyelenggarakan pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.
SR sendiri menerapkan konsep pendidikan berasrama, di mana para siswa tinggal di lingkungan sekolah selama masa pendidikan. Sistem ini bertujuan membentuk kedisiplinan, kemandirian, serta memperkuat pembinaan karakter dan proses belajar siswa.
Baca juga: Jambi targetkan dua Sekolah Rakyat beroperasi Juli
“Setiap jenjang akan memiliki dua rombel, dan masing-masing rombel diisi sebanyak 30 siswa,” ucapnya.
Ia menjelaskan SR diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 hingga desil 2.
DTSEN merupakan basis data terpadu yang memuat informasi mengenai kondisi sosial ekonomi serta tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Dalam DTSEN, tingkat kesejahteraan masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok yang disebut desil. Kelompok desil 1 hingga desil 5 termasuk kategori kesejahteraan rendah dan menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial pemerintah. Sementara 5 sampai 10 mampu.
Desil 1 tergolong miskin ekstrem, desil 2 miskin, desil 3 hampir miskin, desil 4 rentan miskin, sedangkan desil 5 masuk kategori pas-pasan.
"Sekolah ini khusus untuk anak keluarga rentan yang masuk dalam desil 1 dan 2," ujar dia.
Baca juga: Wabup Sumedang: Pembangunan Sekolah Rakyat sesuai rencana
Kepala SR 32 Natuna, Bumi, di Natuna, Ahad, mengatakan penetapan dua rombel pada setiap jenjang mengacu pada kebijakan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penerimaan siswa baru di SR 32 Natuna sama seperti sekolah pada umumnya, yakni Juni.
Ia menyebut, SR Natuna merupakan sekolah terintegrasi yang menyelenggarakan pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.
SR sendiri menerapkan konsep pendidikan berasrama, di mana para siswa tinggal di lingkungan sekolah selama masa pendidikan. Sistem ini bertujuan membentuk kedisiplinan, kemandirian, serta memperkuat pembinaan karakter dan proses belajar siswa.
Baca juga: Jambi targetkan dua Sekolah Rakyat beroperasi Juli
“Setiap jenjang akan memiliki dua rombel, dan masing-masing rombel diisi sebanyak 30 siswa,” ucapnya.
Ia menjelaskan SR diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 hingga desil 2.
DTSEN merupakan basis data terpadu yang memuat informasi mengenai kondisi sosial ekonomi serta tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Dalam DTSEN, tingkat kesejahteraan masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok yang disebut desil. Kelompok desil 1 hingga desil 5 termasuk kategori kesejahteraan rendah dan menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial pemerintah. Sementara 5 sampai 10 mampu.
Desil 1 tergolong miskin ekstrem, desil 2 miskin, desil 3 hampir miskin, desil 4 rentan miskin, sedangkan desil 5 masuk kategori pas-pasan.
"Sekolah ini khusus untuk anak keluarga rentan yang masuk dalam desil 1 dan 2," ujar dia.
Baca juga: Wabup Sumedang: Pembangunan Sekolah Rakyat sesuai rencana





