Pramono Blak-blakan Sebut Banjir Jakarta Tak Akan Pernah Hilang: Permukaan Air Laut Lebih Tinggi dari Permukaan Tanah

tvonenews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan banjir di ibu kota tidak akan pernah bisa dihilangkan sepenuhnya, meskipun berbagai program pengendalian banjir seperti normalisasi sungai terus dilakukan.

Menurutnya, upaya tersebut hanya dapat mengurangi dampak banjir, bukan menghapusnya. Pernyataan itu disampaikan Pramono di tengah meluasnya genangan di sejumlah wilayah Jakarta akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu (8/3/2026).

“Dan kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta. Tetapi kalau kemudian menghilangkan sepenuhnya banjir di Jakarta, enggak mungkin,” kata Pramono di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).

Pramono menjelaskan, berbagai proyek normalisasi sungai yang telah dilakukan pemerintah selama ini memang berkontribusi dalam mengurangi risiko banjir di beberapa wilayah. Sejumlah sungai yang telah dinormalisasi antara lain Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Kali Krukut.

Namun, ia menegaskan kondisi geografis Jakarta menjadi tantangan besar dalam pengendalian banjir. Salah satu faktor utama adalah posisi permukaan tanah Jakarta yang kini lebih rendah dibandingkan permukaan air laut.

“Karena permukaan air lautnya sekarang ini sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta,” tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kondisi banjir yang kembali meluas di ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat jumlah wilayah terdampak terus bertambah hingga mencapai 147 RT dan 19 ruas jalan yang terendam genangan.

Data terbaru BPBD yang dirilis pada pukul 11.00 WIB menunjukkan genangan terjadi di sejumlah wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan mencapai 1,7 meter di beberapa lokasi.

Berdasarkan pendataan BPBD, Jakarta Timur menjadi wilayah paling terdampak dengan total 60 RT terendam banjir. Salah satu genangan paling tinggi tercatat di Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air mencapai sekitar 150 hingga 160 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.

Kondisi ini kembali memperlihatkan kompleksitas persoalan banjir di Jakarta yang tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi topografi, aliran sungai dari wilayah hulu, hingga penurunan permukaan tanah di ibu kota. (agr)
 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Mendikdasmen Dukung Aturan Pembatasan Medsos Bagi Anak di Bawah Umur 16 Tahun
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ada 24 Pemain BRI Super League Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia Menuju FIFA Series 2026, Eredivisie 4 Orang
• 2 jam lalubola.com
thumb
Presiden Iran Sebut Permohonan Maafnya soal Negara Teluk Telah Disalahartikan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sekolah sebagai Ruang Resistensi Sosial di Era Disrupsi Global
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.