Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Minggu 8 Maret 2026 di BNI dan BRI

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di perbankan nasional berada di kisaran Rp16.800–Rp16.900 pada perdagangan hari ini, Minggu (8/3/2026) siang.

Berdasarkan pembaruan kurs di Bank Negara Indonesia pada pukul 13.35 WIB, dolar AS dipatok pada level Rp16.872 per dolar AS untuk kurs beli dan Rp16.972 per dolar AS untuk kurs jual melalui special rates.

Sementara itu, kurs dolar AS di Bank Rakyat Indonesia juga berada di kisaran yang hampir serupa. Berdasarkan pembaruan terakhir pada pukul 11.33 WIB untuk transaksi di bawah ekuivalen 2.500 dolar AS, BRI menetapkan kurs e-rate dengan harga beli Rp16.847 per dolar AS dan harga jual Rp16.999 per dolar AS.

U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH - TradingView

Sebagai perbandingan,  nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke posisi Rp16.925 pada penutupan perdagangan di pasar valuta pada Jumat (6/3/2026). Rupiah melemah 20 poin atau 0,12% ke Rp16.925 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS turut melemah 0,31% menuju level 99,01. 

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor internal, menyusul langkah Fitch Ratings yang menurunkan prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif. Seiring hal tersebut, pemerintah diketahui berupaya mengerek tax ratio atau rasio pajak usai menjadi salah satu pertimbangan Fitch Ratings.

“Dalam satu dekade terakhir, tax ratio Indonesia selalu berada di kisaran 9% hingga 10% terhadap PDB. Bahkan, angkanya cenderung menurun seperti yang terjadi pada tahun lalu dari 10,08% pada 2024 menjadi 9,31% pada 2025,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026). 

Baca Juga

  • Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Minggu 8 Maret 2026
  • Investor Ramai-Ramai Tarik Dana, BlackRock Batasi Pencairan HLEND
  • 6 Fakta Kabar Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026, Tarif Kelas III Rp42.000 per Orang

Selain itu, tingginya belanja sosial pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan porsi 1,3% terhadap PDB periode 2025–2029, turut dinilai menjadi beban yang memicu kekhawatiran fiskal.

Dari sisi eksternal, Ibrahim menyampaikan bahwa pasar tetap waspada terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang memasuki hari ketujuh. Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran telah memicu lonjakan harga minyak mentah yang berpotensi menyulut gelombang inflasi global baru.

“Harga minyak yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi dan dapat membuat para pembuat kebijakan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Untuk perdagangan pekan depan, mata uang rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di rentang Rp16.920 hingga Rp17.010 per dolar AS. Adapun untuk sepanjang minggu depan, rupiah diprediksi bergerak dalam kisaran Rp16.850–Rp17.010 per dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Bomber Timnas Indonesia Usulkan Nathan Tjoe-A-On Sebagai Pengganti Thom Haye di FIFA Series 2026
• 3 jam lalubola.com
thumb
Polda Riau Manfaatkan 40 Ha Lahan Replanting Sawit Tumpang Sari Jagung
• 22 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jabodetabek Minggu 8 Maret 2026, Cek Waktu Sahur 18 Ramadan 1447 H
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
SMKN-SPP 3 Kerinci Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat Program Pertanian
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menjaga Kedaulatan Siber Indonesia Lewat Kesadaran Keamanan Informasi
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.