Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) atau Tugu Insurance memandang potensi asuransi perjalanan bagi jemaah haji dan umrah pada 2026 sangat prospektif.
Direktur Pemasaran Asuransi Tugu Insurance Ery Widiatmoko menuturkan hal itu didorong oleh peningkatan kesadaran jemaah terhadap risiko perjalanan, percepatan digitalisasi layanan, serta dukungan regulasi.
“Baik dari Pemerintah Arab Saudi maupun ketentuan dari Kementerian Agama/Kementerian Haji dan Umrah yang semakin menekankan aspek perlindungan dan tata kelola perjalanan ibadah,” katanya kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (8/3/2026).
Dia melanjutkan, pihaknya turut menilai bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar untuk asuransi perjalanan religi. Pasalnya, jumlah jemaah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendekati 2 juta orang dan terus menunjukkan tren peningkatan.
Selain hal-hal itu, Ery berujar target program Saudi Vision 2030 yang menargetkan 30 juta jemaah umrah per tahun juga menjadi katalis pertumbuhan industri secara global. Oleh sebab itu, perusahaan yakin pertumbuhan jumlah jemaah akan berbanding lurus dengan kebutuhan perlindungan asuransi perjalanan.
“Sehingga segmen ini akan menjadi salah satu kontributor potensial bagi pertumbuhan premi pada 2026, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan terus meningkatkan kualitas layanan,” ucapnya.
Baca Juga
- Tugu Insurance (TUGU) Catat Kenaikan Pendapatan Premi Asuransi Haji-Umrah Hingga 100%
- Tugu Insurance (TUGU): Daya Beli Rendah jadi Tantangan Pasarkan Asuransi Kendaraan
Adapun, selama 2025 Ery menyebut pendapatan premi dari produk t travella syariah, yakni asuransi perjalanan Tugu Insurance untuk jemaah Haji dan Umrah, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan kenaikan tahunan yang mencapai hingga 100%.
Selain itu, imbuhnya, perusahaan juga telah memberikan perlindungan kepada hampir 50.000 jemaah dan bermitra dengan lebih dari 200 PPIU/PPIH di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, dia menjelaskan keunggulan produk itu terletak pada inovasi produk yang responsif terhadap tren, mulai dari proteksi khusus bagi jemaah Umrah Mandiri, hingga jaminan kesehatan tambahan untuk jemaah lansia.
“Dengan integrasi teknologi dan layanan empati, kami memastikan jemaah dapat fokus sepenuhnya pada ibadah, sementara kami menjaga setiap langkah perjalanan mereka,” tutur Ery.
Ery menekankan bahwa dalam menghadapi perjalanan tahun 2026, Tugu Insurance akan terus menghadirkan dan memperkuat ekosistem layanan digital 24/7 tanpa batas, yang memungkinkan pengajuan polis secara instan kapan pun dibutuhkan.





