Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa penguatan integritas di lingkungan aparat penegak hukum memerlukan komitmen dan keberanian moral yang kuat. Melalui Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Antikorupsi (PELATNAS) yang berkolaborasi dengan Polri, KPK berupaya memastikan nilai-nilai antikorupsi menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas pengawasan di lapangan.
“Pendidikan dan pelatihan antikorupsi merupakan proses yang membutuhkan komitmen, keteladanan, dan keberanian moral. Kami berharap pelatihan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal bagi para auditor Polri dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional,” tegas Setyo Budiyanto dalam keterangannya dikutip Minggu, 8 Maret 2026.
Program yang dipusatkan di Anti-Corruption Learning Center (ACLC) ini menyasar auditor Itwasum Polri dan personel Kortastipidkor Polri guna mendorong perubahan paradigma dari sekadar mendeteksi pelanggaran menjadi upaya pencegahan dini. Setyo menilai mekanisme internal yang proaktif sangat dibutuhkan untuk menjaga marwah institusi penegak hukum.
“Kondisi ini menuntut Polri untuk memiliki mekanisme internal yang tidak hanya mampu mendeteksi pelanggaran, tetapi juga mencegahnya sebelum terjadi,” tambah Setyo.
Senada dengan hal tersebut, Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Pol Wahyu Widada menyambut baik sinergi ini sebagai langkah konkret merespons ekspektasi publik terhadap transparansi aparat. Ia menekankan bahwa integritas adalah bentuk konsistensi antara keyakinan dan tindakan nyata.
“Reputasi Polri dibangun melalui kerja keras ribuan personel yang berdedikasi. Namun, satu penyimpangan dapat meruntuhkannya seketika. Oleh karena itu, integritas bagi kita bukan hanya soal tidak menerima suap, tetapi sebuah konsistensi yang utuh—kesesuaian antara apa yang diyakini, diputuskan, dan apa yang pada akhirnya dilakukan,” ujar Wahyu Widada.
Sepanjang tahun 2026, program ini ditargetkan diikuti oleh 160 personel Polri melalui empat gelombang pelatihan. Melalui model pembelajaran partisipatif, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menularkan budaya organisasi yang bersih dan profesional di lingkungan kerja masing-masing.
Editor: Redaksi TVRINews





