Bisnis.com, PALEMBANG — Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H meningkat sekitar 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Terutama dari sisi konsumsi rumah tangga dan perdagangan ritel menjelang hari raya,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, kondisi itu perlu diantisipasi untuk menjaga kelancaran transaksi serta stabilitas sistem pembayaran, salah satunya melalui layanan penukaran uang tunai.
Melalui program SERAMBI 2026, Bank Indonesia membuka 462 titik layanan penukaran uang di Sumsel dengan total kuota mencapai 57.000 penukar.
“Jumlah Uang Pecahan Kecil (UPK) yang disiapkan mencapai lebih dari Rp1,6 triliun, terdiri dari pecahan Rp1.000 hingga Rp20.000,” kata dia.
Baca Juga
- BPS Proyeksikan Tekanan Inflasi Sumsel Masih akan Berlanjut, Ini Penyebabnya
- Disnakertrans Sumsel Siapkan Posko Pengaduan THR, Ingatkan Perusahaan Paling Lambat Bayar H-7
- Laporan Kasus Scam di Sumsel Tembus Puluhan Ribu, Palembang Tertinggi
Hingga awal Maret 2026, realisasi penukaran uang di Sumsel tercatat mencapai Rp121,4 miliar dengan jumlah 23.800 penukar atau sekitar 40% dari total kuota yang tersedia.
Selain itu, Bank Indonesia Provinsi Sumsel juga kembali menggelar kegiatan Susur Sungai Musi pada 2–6 Maret 2026 untuk menjangkau masyarakat di wilayah pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, modal kas yang dibawa mencapai Rp5,3 miliar dalam pecahan Rp1.000 hingga Rp50.000.
“Kami menjangkau enam wilayah pesisir di sepanjang Sungai Musi, antara lain Desa Upang, Muara Talang, Makarti Sungsang, Bunga Karang, dan Pulau Borang,” tutupnya.





