Depok, ERANASIONAL.COM – Jelang memasuki musim arus mudik lebaran 2026, Anggota Komisi V yang juga Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Hasbullah Rahmad memastikan perbaikan jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Provinsi yang melintasi wilayah Kota Depok tengah dilaksanakan.
Pernyataan itu disampaikan M. Hasbullah saat menggelar acara buka puasa bersama dengan pengurus cabang dan ranting PAN Kota Depok, di kediamannya kawasan Kalimulya, Kota Depok, Sabtu, (7/3/2026).
“Kalau jalan Provinsi di Depok saya jamin 100 persen mulus. Jalan provinsi di Depok itu panjangnya 11,5 kilometer. Untuk di Jalan Kartini sendiri nantinya itu, akan sudah ada Underpass, setengahnya agak panjang di Jalan Siliwangi, persisnya di pertigaan Masjid Al-Huda,” ujar M. Hasbullah.
Sambungnya, Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Kota Depok dan Kota Bekasi itu mengungkapkan dirinya juga sudah meminta perbaikan jalan kepada pihak terkait terutama di wilayah titik kemacetan yaitu jalan yang melintang dari Jalan Raya Parung Serab (KSU) Kota Depok hingga mengarah ke jalan lintasan rel kereta Kabupaten Bogor.
“Akhir tahun ini beberapa waktu lalu sudah diaspal lagi setinggi 15 centimeter, 15 centimeter aspalnya tidak 8 centimeter. Jadi ini tonase berat juga aman, plus saya juga sudah meminta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), karena jalan itu kan gelap kalau malam, jadi PJU nya juga sudah mulai dipasang,” kata M. Hasbullah.
Oleh karenanya, dia pun menegaskan akan mengawal dan mengawasi terus terhadap kondisi jalan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya di wilayah Kota Depok.
“Jadi kalau jalan provinsi di Depok, Insyaallah saya akan kawal dan saya punya kewajiban mengawal kewajiban Pemprov Jabar di Kota Depok,” tegasnya.
Selain itu, dia juga menyoroti terkait pemenuhan hak jaminan dalam memperoleh kesetaraan akses pendidikan. M. Hasbullah menyebut pihaknya juga kini sudah mengusulkan sebanyak lima SMA Negeri yang rencananya akan segera dibangun di Kota Depok, Jawa Barat.
“Artinya Depok itu kalau tidak ada yang berjuang, kita rebutan dengan 27 Kota/Kabupaten yang lain. Jadi kalau tak ada yang berjuang di Badan Anggaran, ya tidak akan bisa tiba-tiba ada sekolah baru, ada jalan baru, tiba-tiba dipasang lampu penerangan, tak ada yang bisa tiba-tiba semuanya ada perencanaan pembangunan daerah kan gitu,” pungkasnya. (**)





