Apakah Rusia Memberikan Informasi Intelijen Militer AS kepada Iran? Menteri Perang AS Menanggapi

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Menurut laporan The Epoch Times, pada Jumat (6 Maret), beberapa media mengungkapkan bahwa intelijen Amerika Serikat menunjukkan Rusia kemungkinan memberikan informasi kepada Iran mengenai posisi dan pergerakan pasukan, kapal perang, serta pesawat militer AS di Timur Tengah.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa pemerintah Amerika sedang memantau semuanya dengan ketat.

Surat kabar The Washington Post pertama kali melaporkan berita ini. Tiga pejabat yang mengetahui informasi intelijen tersebut mengatakan bahwa sejak perang pecah pada Sabtu lalu (28 Februari), Rusia telah memberikan Iran informasi mengenai lokasi aset militer Amerika seperti kapal perang dan pesawat.

Ketika ditanya mengenai laporan tersebut, Hegseth mengatakan dalam wawancara dengan program berita “60 Minutes” dari CBS bahwa Presiden Donald Trump sepenuhnya mengetahui situasinya.

“Panglima tertinggi kami sangat memahami siapa berbicara dengan siapa,” kata Hegseth.
“Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami tahu siapa yang berkomunikasi, mengapa mereka berkomunikasi, dan seberapa akurat informasi tersebut.”

Ia menambahkan: “Kami sedang melacak semuanya.”

Hegseth juga menegaskan bahwa rakyat Amerika dapat merasa tenang karena presiden Trump mengetahui dengan jelas semua komunikasi yang terjadi.

“Jika ada sesuatu yang seharusnya tidak terjadi—baik secara terbuka maupun secara diam-diam—itu akan dihentikan dan ditindak dengan tegas.”

Tanggapan Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan pada  Jumat (6/3) bahwa kemungkinan Rusia berbagi intelijen dengan Iran “jelas tidak mempengaruhi jalannya perang Iran.”

Ia mengatakan kepada reporter CNN Kristen Holmes: “Kami tidak mengomentari laporan intelijen yang bocor ke media. Terus terang, apakah hal ini benar-benar terjadi atau tidak sebenarnya tidak penting, karena Presiden Trump dan militer Amerika sedang secara menyeluruh menghancurkan rezim teroris nakal Iran.”

Sementara itu, Presiden Trump saat menghadiri sebuah acara tentang olahraga perguruan tinggi di Gedung Putih mengatakan kepada reporter Fox News Peter Doocy:

“Dibandingkan dengan apa yang sedang kita bahas sekarang, itu hanyalah hal kecil.”
“Mengajukan pertanyaan seperti itu pada saat ini bukanlah hal yang bijak. Kami sedang membahas hal lain.”

Dukungan Rusia dan Sikap PKT

Saat ini belum jelas seberapa besar Rusia membantu Iran dalam menentukan target militer AS. Para pejabat mengatakan bahwa kurang dari seminggu setelah perang dimulai, kemampuan Iran untuk secara mandiri menemukan posisi militer AS sudah menurun.

Dua pejabat yang mengetahui dukungan Rusia kepada Iran mengatakan kepada The Washington Post bahwa meskipun Tiongkok memiliki hubungan dekat dengan Iran, Beijing tampaknya belum memberikan bantuan pertahanan kepada Iran.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam wawancara dengan NBC pada Kamis (5 Maret) bahwa Tiongkok dan Rusia memberikan dukungan kepada Iran secara politik dan “dalam aspek lainnya.”  Ia menolak menjelaskan apakah dukungan tersebut termasuk bantuan militer.

Latar Belakang

Selama perang Rusia-Ukraina, Iran merupakan salah satu pendukung utama Rusia. Iran bahkan berbagi teknologi produksi drone serangan satu arah berbiaya murah, yang mana kemudian sering digunakan Rusia dalam perang di Ukraina. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhan AS Ancam Musuh: Bunuh Warga Amerika, Kami Akan Memburu Kalian
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Vidi Aldiano Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Pagi Ini
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Tugu Insurance (TUGU) Catat Kenaikan Pendapatan Premi Asuransi Haji-Umrah Hingga 100%
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Berita Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemakaman Vidi Aldiano Dihadiri Sejumlah Selebriti, Suasana Haru Menyelimuti
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.