REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Puasa memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam karena tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi pelindung bagi seorang Muslim. Dalam sejumlah hadits, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa puasa berfungsi sebagai tameng yang melindungi seseorang dari berbagai godaan nafsu serta dari siksa api neraka. Karena itu, puasa dipandang sebagai salah satu amalan yang mampu menjaga diri sekaligus membuka pintu keutamaan besar di bulan Ramadhan.
Imam an-Nasa'i meriwayatkan, dari Mutharrif, seorang laki-laki dari Bani Amir bin Sha'sha'ah, Utsman bin Abi al-Ash mengundangnya unfuk meminum susu, lalu Mutharrif berkata, "Sesungguhnya aku berpuasa."
Baca Juga
Tak Sekadar Berbagi, UBSI Kampus Jatiwaringin Tanamkan Karakter Sosial Lewat Nasi Box Ramadhan
Semangat Ramadhan, UBSI Kampus Fatmawati Tebar Berkah Bagi Warga dan Pejuang Nafkah
Trump Sebut Iran Menyerah dan ‘Pecundang Timur Tengah’, Akademisi: Hanya Framing dan Retorika
Lalu Utsman bin Abi al-Ash berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Puasa adalah tameng seperti tameng seorang dari kalian dalam peperangan."
Dalam riwayat lain disebutkan, Puasa adalah tameng dari api neraka seperti tameng seorang dari kalian dalam peperangan."
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Terkait hadits di atas, ada yang mengartikan pelindung dan penutup dari api neraka. Ada yang mengartikan pelindung dari syahwat-syahwat yang menyebabkan seorang hamba masuk neraka.
Infografis Tiga Tingkatan Puasa Ramadhan - (Republika)