Parkir dan Jualan di Trotoar Stasiun Cikini, Larangan yang Berulang Dilanggar

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) menegaskan bahwa parkir kendaraan di trotoar sekitar Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, merupakan pelanggaran terhadap peraturan daerah yang berlaku.

Meski demikian, aktivitas parkir liar di jalur pedestrian tersebut masih kerap terjadi dan memicu berbagai persoalan bagi pejalan kaki.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Agung Trianto Hehakaya mengatakan, pengawasan terhadap praktik parkir kendaraan di trotoar sekitar Stasiun Cikini sebenarnya telah dilakukan secara rutin oleh pihaknya.

“Namun Sudinhub Jakarta Pusat tidak dapat bertindak sendiri dan harus berkolaborasi dengan Satpol PP serta dinas terkait untuk melakukan penertiban, karena tingginya aktivitas pedagang/tempat usaha di lokasi tersebut,” ujar Agung saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Potret Semrawut Trotoar di Stasiun Cikini, Dijajah Parkir Liar, PKL hingga Ojol

Ia menegaskan, parkir kendaraan di trotoar sama sekali tidak diperbolehkan karena melanggar ketentuan yang berlaku sekaligus mengganggu hak pejalan kaki.

“Parkir kendaraan di trotoar tidak diperbolehkan, selain melanggar Perda 5 Tahun 2024, dapat mengganggu aktivitas para pejalan kaki,” kata dia.

Menurut Agung, penertiban terhadap parkir liar di kawasan tersebut juga telah beberapa kali dilakukan melalui operasi gabungan bersama instansi terkait.

“Beberapa kali telah dilakukan penertiban gabungan tingkat wali kota beserta Lintas Jaya dengan angkut jaring roda dua maupun penderekan roda empat,” ujar dia.

Sebenarnya tersedia beberapa kantong parkir resmi di sekitar kawasan Stasiun Cikini yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Terdapat kantong parkir resmi terdekat, di antaranya Parkir Pasar Rawa Bunga, Cikini Gold Center dan Metropole XXI,” kata Agung.

Selain melakukan penertiban, pihaknya juga mengklaim terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan trotoar sebagai tempat parkir kendaraan.

“Sosialisasi melalui media sosial dan melakukan pengawasan rutin untuk menghimbau kendaraan untuk parkir di lokasi yang tersedia,” ujar dia.

Baca juga: Trotoar Stasiun Cikini Dipenuhi Motor dan PKL, Pejalan Kaki Terpaksa Jalan di Jalan Raya

Satpol PP klaim berjaga

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Purnama Hasudungan Panggabean mengatakan, petugas Satpol PP ditempatkan untuk melakukan penjagaan di kawasan tersebut dalam rentang waktu tertentu setiap harinya.

“Saat ini masih di lakukan penjagaan oleh Satpol PP dari jam 07.00-21.00 WIB. Untuk pedagang sudah tidak ada yang di trotoar, untuk parkir nanti kami kordinasikan sama Dishub,” ujar Purnama saat dihubungi.

Penertiban tidak hanya dilakukan oleh Satpol PP, tetapi juga melibatkan instansi lain agar penanganannya lebih efektif.

“Biar sama-sama menertibkan. Dan sudah sering dilakukan operasi gabungan,” kata dia.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, berbagai aktivitas yang memanfaatkan trotoar masih terlihat berlangsung di sekitar kawasan tersebut.

Trotoar dipadati motor dan pedagang

Trotoar di Jalan Pegangsaan Timur, tepatnya di sekitar akses keluar masuk Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, dipadati berbagai aktivitas yang mengganggu ruang pejalan kaki.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (5/3/2026), jalur yang seharusnya digunakan pejalan kaki justru dipenuhi sepeda motor yang parkir hingga melintas di atas trotoar.

Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat dengan leluasa naik ke trotoar untuk menghindari kemacetan di badan jalan.

Beberapa pengendara bahkan melintas melawan arah di atas jalur pedestrian. Kondisi tersebut membuat pejalan kaki harus menepi atau berhenti sejenak untuk memberi jalan bagi kendaraan yang melintas.

Selain kendaraan yang melintas, banyak sepeda motor terlihat terparkir di sepanjang trotoar yang lebarnya sekitar dua meter.

Motor-motor tersebut diparkir berjajar di sisi trotoar dekat deretan pertokoan hingga mendekati akses tangga menuju stasiun.

Situasi ini membuat ruang berjalan menjadi semakin sempit, padahal ada tanda dilarang parkir di trotoar tersebut yang terpampang jelas dengan tanda huruf P yang disilang.

Di tengah padatnya kendaraan, aktivitas pedagang kaki lima (PKL) juga terlihat memanfaatkan trotoar.

Sejumlah gerobak penjual makanan dan minuman berjejer di sisi jalur pedestrian, mulai dari pedagang cendol hingga camilan gorengan.

Keberadaan lapak-lapak tersebut membuat trotoar semakin padat oleh aktivitas jual beli.

Keramaian juga dipicu oleh tingginya mobilitas penumpang kereta yang keluar masuk Stasiun Cikini.

Pada jam sibuk, arus pejalan kaki dari arah stasiun bertemu dengan pengendara motor yang melintas di trotoar serta warga yang berhenti membeli makanan di lapak PKL.

Akibatnya, pejalan kaki sering kali harus berjalan zig-zag untuk menghindari motor yang parkir maupun melintas di trotoar.

Beberapa pejalan kaki bahkan terpaksa turun ke badan jalan karena jalur pedestrian tertutup kendaraan dan aktivitas perdagangan.

Kondisi ini membuat fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki tidak berjalan optimal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Ojol mengaku tunggu penumpang

Sebagian pengemudi ojek online mengaku memilih menunggu penumpang di trotoar dekat Stasiun Cikini karena lokasinya yang strategis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Serius Panggil Elkan Baggott, Bek Ipswich Town Siap Comeback ke Timnas Indonesia
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Antam Merosot Rp 55.000, Galeri24 Stagnan di Rp 3,09 Juta/Gram
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Temui Jusuf Kalla, Sejumlah Ekonom Bahas Dampak Ekonomi Imbas Perang AS-Israel VS Iran
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Pimpin Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Ditantang Lampaui Pencapaian Nova Arianto
• 12 jam lalubola.com
thumb
Enzy Storia Ungkap Kondisi Terakhir Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia: Dia Gak Bisa Ngerespon
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.