Bebaz Labz, Otak Teknologi di Balik Ambisi Besar PhotoBebaz

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perusahaan rintisan atau startup teknologi kreatif berbasis photoboks interaktif, PhotoBebaz, mengembangkan sistem melalui Bebaz Labz, unit internal yang fokus pada riset dan pengembangan perangkat lunak (software).

Melalui Bebaz Labz, sistem perangkat lunak terkustomisasi dirancang untuk operasional photobox, integrasi media placement digital out-of-home (DOOH), manajemen konten iklan di dalam booth, hingga pengembangan aplikasi berbasis loyalitas dan gamification.

Baca Juga :
Dapat Suntikan Dana, Startup Ini Mau Gabungkan Hiburan, AI dan Iklan Digital
6 Janji Allah untuk Orang yang Rajin Istighfar: Ustadz Abdul Somad Sebut Rezeki Bisa Mengalir Seperti Sungai

Menurut Pendiri PhotoBebaz Reyno Anggoro, seluruh sistem ini dikembangkan secara mandiri untuk memastikan fleksibilitas, skalabilitas, dan diferensiasi produk di pasar. Ia menegaskan bahwa ambisi PhotoBebaz lebih besar dari sekadar memperbanyak titik booth.

“Kami ingin menjadi bagian dari evolusi industri kreatif Indonesia. Kreativitas harus berjalan berdampingan dengan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan. Di situlah kami melihat masa depan positif PhotoBebaz,” jelas dia.

Pendekatan berbasis teknologi ini memungkinkan pemilik brand atau merek hadir secara lebih menarik dalam pengalaman pengguna, bukan sekadar sebagai iklan pasif, melainkan sebagai bagian dari interaksi yang terjadi di dalam booth.

Menurutnya, kekuatan utama PhotoBebaz terletak pada pendekatan ekosistem berbasis lokasi. Kehadiran booth di ruang publik yang strategis membuat interaksi tidak hanya terjadi secara offline, tetapi juga berlanjut secara digital melalui aplikasi yang tengah dikembangkan.

“Kami juga membentuk suatu ekosistem yang menguntungkan bagi pengguna seperti loyalty rewards, gamification, dan komunitas di dalam aplikasi. Tujuannya membangun retensi dan hubungan jangka panjang dengan pengguna,” tutur Reyno.

Di sepanjang 2025, sebanyak belasan booth PhotoBebaz ditempatkan di berbagai titik mobilitas tinggi seperti ruang publik di Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), dan Jakarta International Velodrome (JIV), transportasi publik di stasiun MRT, LRT Jakarta, dan Whoosh Halim, serta di coffee shop.

Dengan harga layanan di kisaran Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per sesi, perusahaan menyasar segmen kelompok yang dikenal aktif secara digital dan memiliki kecenderungan berbagi pengalaman secara organik di media sosial, yakni Gen Z hingga Gen Alpha.

Di tengah industri photobooth yang semakin kompetitif, PhotoBebaz memposisikan diri bukan sekadar sebagai penyedia layanan foto, melainkan sebagai platform teknologi kreatif yang menggabungkan pengalaman hiburan, iklan digital, dan ekosistem berbasis aplikasi dalam satu sistem terintegrasi.

Baca Juga :
Kabar Kurang Bersahabat dari WhatsApp
Klaim Trump soal Iran “Menyerah” Dipertanyakan
Lebih dari 25 Ribu Dapur MBG Diperiksa, Ada yang Langsung Dihentikan Karena Tak Layak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Sulsel Hadiri Pengukuhan Loka BPOM Bone, Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Bosowasi
• 16 jam laluterkini.id
thumb
Ponpes Al-Nahdlah Depok Terima Wakaf 1.000 Mushaf Alquran
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Tingkatkan Layanan, Disdukcapil Lutra Serahkan Dokumen Kependudukan di Rumah Sakit
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Gebrakan Golkar! Bahlil Desak Jatah LPDP Khusus Santri, Sebut Sekolah Umum Belum Tentu Lebih Hebat
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Jasad Perempuan yang Mengering di Depok Ditaburi Bubuk Kopi, Suami Siri Hilang
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.