Penanganan Banjir Jakarta yang Dinilai Masih Reaktif, DPRD: Belum Ada Terobosan Signifikan 

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

BANJIR yang kembali merendam ratusan RT di Jakarta setiap kali curah hujan tinggi menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir yang lebih matang.

“Setiap tahun kita selalu mendengar alasan yang sama, yaitu curah hujan tinggi. Padahal hujan deras adalah fenomena yang bisa diprediksi dan seharusnya sudah diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir yang matang,” kata Bun saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (8/2).

Baca juga : Tanah Longsor, Banjir dan Cuaca Ekstrem masih mengepung Jawa Barat

Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat terobosan kebijakan yang benar-benar signifikan dalam penanganan banjir di Jakarta. Program yang berjalan dinilai masih bersifat reaktif dan rutin.

Ia mencontohkan sejumlah langkah yang selama ini dilakukan, seperti pengerukan saluran, pengoperasian pompa air, hingga normalisasi terbatas di sejumlah titik. 

Upaya tersebut memang penting, namun dinilai belum cukup untuk menyelesaikan akar persoalan banjir yang telah berlangsung puluhan tahun.

Baca juga : Curah Hujan Tinggi Akibat Cuaca Ekstrem, Waspadai Bencana Hidrometeorologi termasuk Banjir di Jateng hingga Februari

“Program-program yang ada masih cenderung bersifat reaktif dan rutin. Langkah seperti pengerukan saluran, pompa air, atau normalisasi terbatas tentu penting, tetapi belum cukup untuk menyelesaikan akar persoalan banjir Jakarta,” ujarnya.

Politkus PSI itu mempertanyakan apakah Pramoko Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta memiliki strategi komprehensif ketika menghadapi curah hujan ekstrem. 

Menurutnya, kota sebesar Jakarta semestinya memiliki sistem drainase modern, kapasitas pompa yang memadai, serta pengelolaan sungai yang terintegrasi.

“Jika setiap hujan besar ratusan RT masih terendam, berarti ada yang belum berjalan optimal,” katanya.

Ia menilai dampak nyata dari berbagai program pengendalian banjir sejauh ini belum terasa signifikan bagi masyarakat. Pola banjir juga disebut masih berulang di titik-titik yang sama hampir setiap tahun.

“Artinya ada indikasi bahwa kebijakan yang dilakukan belum menyentuh solusi jangka panjang,” kata dia.

Oleh karenanya ia mendorong untuk tidak hanya fokus pada penanganan darurat saat banjir terjadi, tetapi juga mempercepat langkah strategis dalam jangka panjang.

“Banjir tidak boleh lagi dianggap sebagai kejadian rutin tahunan. Jakarta membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan besar dan terukur, agar setiap musim hujan warga tidak terus-menerus menjadi korban dari masalah yang sama,” pungkasnya. (Far)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Turun Rp2.000, Harga Perak Antam Hari ini Dibanderol Rp51.100/Gram
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gunungan Sampah Bantargebang Longsor, 4 Orang Tewas
• 22 jam laludetik.com
thumb
Breaking News! Harga Minyak Tembus US$113 per Barel
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pandji Ungkap Isi Pemeriksaan Bareskrim Polri Terkait Sidang Adat Toraja
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Agar THR tak Sekadar Habis untuk Lebaran, Ini Cara Mengelolanya
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.