Usai Meikarta, Pemerintah Siap Bangun Rusun Subsidi di Depok pada Juni 2026

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mengungkap rencana pengembangan rumah susun (rusun) subsidi lanjutan yang bakal dilaksanakan untuk mendukung program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ara menjelaskan, setelah melaksanakan groundbreaking rusun subsidi di Meikarta, pemerintah berencana melakukan hal serupa pada proyek rusun subsidi di wilayah Depok di atas lahan seluas 45 hektare (Ha).

“Kita ada tanah 45 hektare [Ha] di Depok. Saya izin Selasa sudah koordinasi, kita akan segera ke Depok [membangun rusun subsidi],” jelas Ara saat ditemui di Meikarta, Minggu (8/3/2026).

Ara melanjutkan, lahan 45 Ha di Depok tersebut merupakan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ara juga memastikan telah melakukan koordinasi lanjutan dengan Menkomdigi, Meutya Hafidh.

Dia mengatakan, lewat pembangunan di atas lahan 45 Ha itu diharapkan dapat membantu menyelesaikan backlog perumahan di wilayah Depok, yang angkanya mencapai 70.000 unit.

Kendati demikian, Ara belum merinci secara pasti pengembang mana yang akan digandeng untuk proyek tersebut. Hanya saja, dia memastikan proses pembangunannya dibidik bakal dimulai pada Juni 2026.

Baca Juga

  • Bakal Dibangun Rumah Susun, KPK Pastikan Tidak Ada Perkara Hukum di Kawasan Meikarta
  • Lippo Hibahkan 30 Ha Lahan di Meikarta senilai Rp4,5 triliun untuk Program 3 Juta Rumah
  • Maruarar: Proyek Rusun Subsidi Meikarta Mulai Konstruksi 8 Maret

“Izinnya berarti akan dipercepat. Kita mau groundbreaking Juni di Depok, mohon doanya untuk 45 Ha,” tambahnya.

Untuk diketahui, pemerintah pada hari ini resmi memulai rangkaian pembangunan hunian vertikal subsidi yang bakal diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Minggu (8/3/2026).

Adapun proyek rusun subsidi perdana dibangun di atas lahan milik Lippo Group seluas 30 hektare di kompleks Meikarta.

“Kalau 30 hektare (Ha) ini luar biasa. Dari gambaran timnya Danantara dan Pak James [Lippo Group], ini akan jadi kurang lebih 140.000 unit dengan 30 hektare,” jelasnya dalam agenda Groundbreaking Proyek Rusun Subsidi Meikarta, Minggu (8/3/2026).

Ara melanjutkan, nilai lahan di area tersebut berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi. Mengacu pada asumsi tersebut, kontribusi Lippo Group untuk mendukung pengembangan rusun subsidi ini diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun hingga Rp6 triliun.

“Di sini tanahnya antara Rp15 juta hingga Rp20 juta. Hitunglah angkanya, Rp15 juta per meter kalau 30 hektare (Ha) artinya Rp4,5 triliun. Kalau dia Rp20 juta, artinya adalah Rp6 triliun,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Termasuk di Persija, Ini Alasan Cyrus Margono Kembali Pakai Nomor Punggung 93
• 7 jam lalubola.com
thumb
Komandan KKB Yahukimo Philip Kobak Ditangkap Satgas Damai Cartenz di Dekai
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Mengapa Orang Tua Menolak Vaksin Campak pada Anak? Analisis Penyebab dan Solusi
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tanpa Vidi Aldiano, Deddy Corbuzier Umumkan Masa Depan PodHub, Lanjut atau Berhenti?
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Sempat Terkendala, Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti Dipastikan Terus Berlanjut
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.