Jakarta,CNBC Indonesia — Soft power penting bagi sebuah negara karena membantu memperkuat pengaruh global tanpa menggunakan kekuatan militer atau tekanan ekonomi. Negara dengan soft power kuat dapat mempengaruhi opini publik dunia melalui budaya, diplomasi, pendidikan, dan media. Pengaruh ini sering membuat negara lain lebih terbuka untuk bekerja sama.
Dalam laporan terbaru Global Soft Power Index 2026 yang menjadi acuan visual oleh Visual Capitalist, negara-negara dunia kembali diperingkat berdasarkan kemampuan mereka menarik pengaruh global melalui diplomasi, budaya, pendidikan, dan citra internasional.
Apa itu Soft Power?
Soft Power merujuk pada kemampuan sebuah negara untuk mempengaruhi pilihan dan tindakan aktor lain melalui daya tarik yang persuasif, bukan paksaan. Kekuatan ini dibentuk oleh citra budaya populer, kualitas pendidikan, kemampuan diplomatik, serta reputasi sistem pemerintahan dan nilai-nilai yang diusung.
Contoh dari pembentukan kekuatan ini adalah dengan promosi pariwisata, program pertukaran pelajar, hingga industri kreatif musik dan perfilman.
Berikut 10 negara dengan tingkat soft power tertinggi pada 2026:
AS Tampil Teratas dengan Skor Tipis
Amerika Serikat mempertahankan posisi peringkat pertama dalam 2026 Global Soft Power Index dengan skor 74,9, unggul tipis dari China yang berada di posisi kedua hanya sekitar 1,4 poin di belakangnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan AS untuk menarik simpati, terutama lewat budaya populer, pendidikan, dan kepemimpinan internasional yang masih dominan di mata dunia.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa soft power kini semakin dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global dan persepsi publik internasional.
Di posisi kedua, China mencatat skor mendekati AS, mencerminkan perluasan pengaruhnya tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga lewat diplomasi budaya, pariwisata, dan keterlibatan global.
Jepang berada di peringkat ketiga, menonjol melalui daya tarik budaya populer, inovasi produk dan pendidikan yang kuat.
Asean di Peta Soft Power Dunia 2026
Negara-negara Asean menunjukkan performa yang beragam dalam Global Soft Power Index 2026. Singapura menjadi yang terkuat di kawasan dengan menempati peringkat ke-21 dunia disusul Malaysia dan Thailand.
Di level menengah, Vietnam dan Filipina juga mulai menguatkan citra globalnya. Sementara itu, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Timor-Leste masih berada di peringkat bawah secara global.
Indonesia berada di peringkat ke-45 dunia dengan skor 42,0. Posisi ini menempatkan Indonesia di papan tengah ASEAN, di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dengan kekuatan populasi besar, budaya yang kaya, serta peran strategis di kawasan, Indonesia memiliki modal kuat untuk meningkatkan soft power ke depan.
Dalam mewujudkan visi ini, Indonesia didesak untuk memperkuat persepsi global terhadap reputasi dan kredibilitasnya dengan memperkuat konsistensi serta kualitas kebijakan domestik dan luar negerinya.
Makna Soft Power di Era 2026
Pengukuran soft power kini tidak hanya soal kekuatan budaya populer, tetapi juga mencakup variabel seperti:
-
kepercayaan internasional terhadap pemerintahan,
-
kemampuan diplomatik dan hubungan luar negeri,
-
ketahanan ekonomi dan kualitas pendidikan,
-
reputasi etika dan nilai-nilai sosial.
Global Soft Power Index 2026 memperlihatkan bahwa meskipun kekuatan tradisional seperti kapasitas ekonomi dan militer tetap relevan, kemampuan menarik, dipercaya, dan dihormati di panggung dunia turut menjadi penentu utama pengaruh global sebuah negara.
(mae/mae) Add as a preferred
source on Google




