Hashim Ungkap Alasan Program 3 Juta Rumah Jadi Prioritas Prabowo

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menetapkan proyek 3 Juta Rumah sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah.

Hashim yang juga adik Prabowo menuturkan proyek tersebut menjadi tumpuan utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi minimal 8% yang juga dibidik Presiden Prabowo.

“Sebetulnya cita-cita kita 3 juta apartemen rumah tiap tahun. Kenapa? Karena waktu saya ditugaskan untuk ikut menyusun program pemerintah 2 tahun lalu adalah agar bagaimana kita bisa mendorong ekonomi kita? Bagaimana kita bisa mencapai 8% pertumbuhan ekonomi,” jelasnya dalam agenda Groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta di Cikarang Selatan, Minggu (8/3/2026).

Hashim merinci, berdasarkan data Satgas Perumahan, saat ini terdapat 9 juta hingga 15 juta keluarga yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan rumah layak huni. Angka tersebut menunjukkan urgensi penyediaan hunian yang selama ini belum terselesaikan oleh pemerintah.

Selain itu, Hashim menyebut masih terdapat pula 27 juta keluarga Indonesia yang saat ini masih menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sehingga, sektor ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dan ideal menjadi motor dalam mencapai pertumbuhan ekonomi tembus 8%.

Dari sisi makroekonomi, tambah Hashim, industri perumahan memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang sangat tinggi, yakni berkisar antara 1,5 hingga 5 kali lipat. Setiap rupiah yang diinvestasikan pada sektor properti diklaim mampu memberikan dampak ekonomi yang berlipat ganda bagi negara.

Baca Juga

  • Alasan Pendiri Lippo Grup Hibahkan 30 Hektar Tanah untuk Program 3 Juta Rumah Prabowo
  • Lippo Hibahkan 30 Ha Lahan di Meikarta senilai Rp4,5 triliun untuk Program 3 Juta Rumah
  • Bank Jateng Dukung Program 3 Juta Rumah Lewat KPR FLPP

Hal ini terjadi karena terdapat 185 subsektor ekonomi yang terkait langsung dengan rantai pasok bisnis properti, konstruksi, dan perumahan. Keterlibatan ratusan sektor ini dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi dari hulu hingga hilir secara serentak.

“Ada 185 bidang ekonomi yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi dan perumahan," pungkas Hashim.

Pada tahun ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkap arah pembangunan program 3 juta rumah sepanjang tahun ini akan fokus mengembangkan hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi untuk mempercepat suplai perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

"Tahun ini prioritas kami adalah membangun rumah susun subsidi," kata Ara.

Ara menjelaskan, fokus pembangunan rusun subsidi dilakukan lantaran untuk menyeimbangkan penjualan rumah tapak subsidi yang telah memiliki pasar besar. Selain itu, pengembangan rusun subsidi juga dilakukan dalam rangka menyiasati ketersediaan lahan khususnya di wilayah perkotaan. 

Adapun, untuk tahap pertama rusun subsidi tersebut akan dibangun bersama dengan Lippo Group yang berlokasi di Meikarta. Di mana, pembangunan resmi dimulai pada hari ini, Minggu (8/3/2026).

Dalam laporannya, rusun subsidi Meikarta akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare (Ha) dan bakal menyuplai hingga 140.000 unit rusun subsidi bagi MBR.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Depresi Putus Cinta, Pemuda di Tasikmalaya Nekat Tegak Racun Tikus Campur Kopi
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Longsor TPST Bantargebang: 5 Orang Luka, Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Dibuka Turun 3,95 Persen, Rupiah Melemah ke Rp 17.000 per Dolar AS
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil: Beasiswa LPDP Harus Mengalir ke Santri, Belum Tentu Siswa Sekolah Umum Lebih Hebat
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Lahadalia Motivasi Santri di Sukabumi dengan Kisah Perjuangan Hidupnya
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.