JAKARTA, KOMPAS.com - Gitaris Zendhy Kusuma membeberkan alasan dirinya tidak langsung membayar pesanan di restoran Bibi Kelinci.
Menurut dia, saat itu ia ingin menyelesaikan persoalan dan bertemu langsung dengan penanggung jawab restoran.
Ia telanjur emosi karena menunggu pesanan hampir dua jam tanpa kepastian hingga memutuskan masuk ke area dapur.
Baca juga: Pengakuan Zendhy Kusuma, Klaim Sudah Bayar Makan di Bibi Kelinci meski Terlambat
Namun, saat makanan akhirnya disajikan, beberapa pesanan diberikan secara terburu-buru dan tidak lengkap.
"Dalam kondisi emosi tersebut kami juga kemudian keluar dari restoran tersebut," katanya.
Saat berada di mobil, seorang pelayan datang membawa mesin EDC untuk meminta pembayaran.
“Kami menyampaikan bahwa kami tetap bersedia melakukan pembayaran, namun kami berharap dapat lebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi dan kondisi yang terjadi pada malam hari itu,” kata Zendhy
Zendhy menambahkan, niatnya untuk bertemu penanggung jawab restoran keesokan harinya.
Ia membawa surat permohonan maaf, kronologi kejadian, dan uang tunai untuk pembayaran, namun tidak diperkenankan masuk karena pemilik restoran sedang berada di luar kota.
Meski tidak bisa menyelesaikan pembayaran secara langsung, Zendhy menegaskan tetap menunjukkan itikad baik.
Baca juga: Zendhy Kusuma Mengaku Kesal, 2 Jam Tunggu Makanan di Bibi Kelinci
Sebagai bentuk tanggung jawab, mentransfer Rp 550.000 pada 27 September 2025.
Ia kembali mengirimkan jumlah yang sama pada 20 Oktober 2025 karena sebelumnya dianggap belum diterima.
Ia mengaku salah karena tidak membayar langsung saat makanan ia terima. Ia malah membawa pulang makanan yang telah dibungkus itu.
"Kami juga mengakui bahwa terdapat kekeliruan dari pihak kami, yaitu tidak melakukan pembayaran secara langsung pada saat pesanan sudah selesai disajikan, melainkan setelahnya," katanya.
Menurut Zendhy, langkah tersebut menunjukkan niatnya untuk menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak restoran.
Ia juga menyayangkan rekaman kejadian yang viral di media sosial tanpa konteks, sehingga menimbulkan persepsi publik yang tidak lengkap.
Baca juga: Zendhy Kusuma Klaim Bayar Makanan di Bibi Kelinci Dua Kali, Total Rp 1,1 Juta
Zendhy menegaskan tetap kooperatif dengan proses hukum yang berjalan dan siap memberikan keterangan serta bukti bila diperlukan pihak berwenang.
“Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung dan akan bersikap kooperatif,” tutup Zendhy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




