jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyoroti secara tajam masalah kronis Jakarta seperti kemacetan dan banjir.
Muhaimin menilai, kepemimpinan Jakarta dari masa ke masa belum mampu memberikan solusi konkret bagi penderitaan rakyat kecil.
BACA JUGA: Singgung Serangan AS-Israel ke Iran, Legislator PKB Dukung Wacana Indonesia Keluar dari BoP
Dalam pidatonya di hadapan kader PKB DKI, Cak Imin terang-terangan menyentil gaya kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta mulai dari Fauzi Bowo (Foke) hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Sudah pernah diserahkan pengusaha besar, sukses, Pak Fauzi Bowo, orang kaya Jakarta, ya gitu-gitu saja. Diserahkan Tionghoa namanya Ahok, ya begitu-begitu juga. Ada juga yang bilang tunggu jadi presiden baru beres (masalah Jakarta)," kata Cak Imin, Minggu (8/3).
BACA JUGA: Respons Muhaimin soal Pernyataan Presiden Prabowo PKB Harus Diawasi
Cak Imin memaparkan hasil survei kecil-kecilan yang dia lakukan saat hujan melanda ibu kota.
Dia mendapati fakta pilu bahwa banyak warga yang ingin pindah dari Jakarta karena frustrasi dengan buruknya integrasi transportasi publik saat cuaca buruk.
Dia mengkritik keras sikap para pemimpin yang dianggap membiarkan warga terlantar berjam-jam di stasiun MRT atau halte tanpa ada akses lanjutan seperti ojek online atau angkutan umum yang memadai saat hujan.
"Tidak ada solusi transportasi publik di Jakarta. Itu dibiarkan. Ada yang dahulu bilang, tunggu jadi presiden baru beres. Ada yang bilang tunggu Hasbi (Hasbiallah Ilyas -Ketua PKB Jakarta) jadi gubernur," ujar Cak Imin.
Masalah banjir pun tidak luput dari sindiran pedasnya. Cak Imin menyindir logika salah satu mantan gubernur yang menyebut air hanya perlu dialirkan ke laut.
Bagi Cak Imin, masalah banjir itu sederhana karena sumbernya jelas, tetapi tidak kunjung tuntas di tangan pemimpin sebelumnya.
"Apalagi kata-kata gubernur kapan hari, air itu kan mengalir dari langit ke bumi terus sampai ke laut. Mengatasi begitu saja harus menunggu Hasbi jadi gubernur, itu aneh," tuturnya disambut riuh para kader.
Cak Imin menegaskan bahwa hanya kader PKB yang berlatar belakang "orang marginal" yang bisa merasakan apa yang dirasakan rakyat.
Dia yakin, masalah transportasi dan banjir akan tuntas jika Jakarta dipimpin oleh kader partainya.
"Jangan-jangan memang nunggu kader PKB yang jadi gubernur baru akan mengatasi. Saatnya yang tidak diperhitungkan justru mengatasi masalah Jakarta. PKB Masa Depan Jakarta itu harus terus disuarakan," tutur Cak Imin. (mcr8/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra




