Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat dan Israel kian gencar menggempur Iran setelah memulai perang dan menerima serangkaian serangan balasan dari Teheran. Namun, pihak Iran menjelaskan bahwa mereka tetap bisa bertahan hingga enam bulan lamanya untuk berperang secara intensif.
Dilansir dari The Guardian, Juru Bicara Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Islam Iran Ali Mohammad Naini mengatakan Iran dapat berperang dengan skala dan ukuran seperti saat ini setidaknya selama enam bulan lagi.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mampu melanjutkan perang intensif setidaknya selama 6 bulan dengan kecepatan operasi saat ini," kata Ali dilansir dari The Guardian pada Minggu (8/3/2026).
IRGC sendiri telah menargetkan lebih dari 200 lokasi yang terkait dengan pangkalan dan fasilitas AS serta Israel di seluruh wilayah.
Sebagaimana diketahui, serangan gabungan terhadap Iran oleh Israel dan AS masih berlanjut hingga hari kesembilan pada Minggu (8/3/2026). Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta memicu perang di kawasan Asia Barat.
Iran kemudian menanggapi dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah, termasuk serangan yang menghantam negara-negara tetangga, yakni fasilitas atau pangkalan militer AS di negara-negara Arab.
Baca Juga
- Pertama Kali, Serangan Udara Israel Hantam Fasilitas Minyak Iran
- Menlu China Kutuk Keras Perang Iran vs AS-Israel
- Presiden Iran Perintahkan Militer Tak Serang Negara Tetangga
AS dan Israel pun kian gencar menyerang Iran. Serangan terbaru dari Israel kemudian menerjang empat fasilitas penyimpanan minyak dan pusat transfer produksi minyak di Teheran dan provinsi Alborz.
Tidak hanya Israel, AS pun semakin gencar menyerang Iran dengan bersiap mengirimkan kapal induk ketiganya ke Timur Tengah yakni USS George H.W. Bush.
Dilansir dari Middle East Monitor yang mengutip Fox News, kapal USS George H.W. Bush telah menyelesaikan persiapan untuk berangkat ke Mediterania Timur. Kapal tersebut telah menjalankan persiapannya di lepas pantai Pulau Hatteras, Carolina Utara.
Kapal induk itu memiliki puluhan pesawat tempur dan akan didampingi oleh kapal perusak berpeluru kendali.
AS sendiri saat ini masih mengandalkan dua kapal induknya dalam mengatasi perang dengan Iran yakni USS Gerald R. Ford yang beroperasi di Laut Merah dan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Oman.





