FAJAR, LOMBOK-Sekretaris Jenderal PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola kehutanan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Raja Juli saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-73 organisasi Nahdlatul Wathan di Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Lombok Timur, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, tugas sebagai Menteri Kehutanan bukan sekadar menjalankan urusan pemerintahan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian alam.
“Saya sebagai santri menjalankan amanah sebagai Menteri Kehutanan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tentu tidak hanya berkaitan dengan urusan duniawi,” ujarnya.
Raja Juli menjelaskan, salah satu tugas yang diberikan Presiden adalah memperbaiki tata kelola kehutanan. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program, termasuk perhutanan sosial.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan sertifikat atau Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada kelompok tani hutan di Lombok Timur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
“Pak Prabowo memerintahkan saya memperbaiki tata kelola kehutanan, termasuk menyerahkan SK Perhutanan Sosial kepada kelompok tani,” jelasnya.
Ia menambahkan, menjaga hutan juga memiliki dimensi keagamaan. Menurutnya, merusak alam dan hutan bertentangan dengan nilai-nilai agama karena manusia memiliki kewajiban menjaga keseimbangan ekosistem.
Karena itu, setiap kebijakan yang diambil di Kementerian Kehutanan harus memastikan tidak berkontribusi terhadap kerusakan alam dan tetap menjaga kelestarian hutan Indonesia.





