REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran merupakan momentum strategis bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara peringatan Nuzulul Quran yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Ahad (2026).
"Nuzulul Quran adalah momentum penguat keimanan," ujar Rico Waas di hadapan jamaah.
- Peringati Hari Perempuan Internasional, Massa Gelar Aksi Suarakan Isu Hak Sipil
- Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
- Madeena Quran Luncurkan Lumee, Kotak yang Bisa Jaga Kesehatan Mental Wanita
Menurutnya, peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia menjelaskan bahwa wahyu pertama yang diturunkan berisi perintah untuk membaca. Dari pesan fundamental tersebut, umat manusia diajak untuk senantiasa mencari ilmu dan memahami hakikat kehidupan melalui petunjuk yang termaktub dalam Al Quran.
Oleh karena itu, ia mengimbau umat Islam untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak tilawah, memahami makna, serta mengamalkan isi kandungan kitab suci.
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Melalui Al Quran, banyak pesan yang dapat kita pelajari, baik tentang agama, kehidupan sosial, maupun nilai-nilai kehidupan yang menjadi pedoman bagi umat manusia," kata dia.
Rico Waas berharap peringatan Nuzulul Quran dapat mendekatkan masyarakat Kota Medan kepada Allah SWT serta menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan. "Mari kita jadikan momentum ini agar masyarakat Kota Medan menjadi insan yang Qurani, senantiasa membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al Quran," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Muhammad Hafiz Salim mengingatkan umat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa Rasulullah merupakan teladan terbaik dalam beribadah, bermuamalah, dan bersikap kepada sesama. "Jika kita mencintai dan menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup, maka hati akan menjadi lebih tenang dan kehidupan kita akan lebih terarah," tuturnya.
Semangat yang sama juga terlihat di Kabupaten Bogor. Peringatan Nuzulul Quran di wilayah tersebut diwarnai dengan pembagian ribuan mushaf Al Quran kepada masjid-masjid. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Besar Baitul Faizin, Cibinong, pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari itu dirangkaikan dengan tabligh akbar bertajuk "Penyejuk Hati".
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa momen ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah serta memperkuat kebersamaan. "Momentum Nuzulul Quran bagi Pemerintah Kabupaten Bogor sangat berarti untuk meningkatkan ukhuwah keislaman kita bersama serta mengajak seluruh masyarakat menjaga harmonisasi," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor menyalurkan wakaf sebanyak 4.000 mushaf Al Quran untuk didistribusikan ke masjid-masjid di berbagai kecamatan. Selain itu, Polres Bogor turut menyalurkan wakaf sebanyak 2.000 mushaf. Rudy menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam mendukung kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Rudy juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memenuhi masjid hingga larut malam. "Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Masjid penuh dan masyarakat mengikuti hingga acara terakhir meskipun baru selesai sekitar pukul 00.00 WIB," katanya.




