Menjelang arus mudik Lebaran 2026, jalan arteri Pantura di Karawang, Jawa Barat, dipastikan akan dilintasi ribuan kendaraan dari berbagai daerah.
Jalan nasional yang menghubungkan wilayah Bekasi, Karawang hingga Subang itu diketahui menjadi jalur favorit pemudik sepeda motor arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pantauan pada Minggu (8/3) siang, permukaan jalan di sebagian besar ruas terlihat cukup baik dan dapat dilalui dengan lancar.
Namun, di sejumlah titik di sepanjang lingkar luar Karawang dari Tanjungpura arah Klari masih terdapat kerusakan. Rusaknya jalan itu justru berasal dari aspal tambalan di permukaan jalan cor yang telah rusak.
Di beberapa titik, lajur jalan pun terlihat tidak rata dan berisiko memicu ban selip atau pengendara sepeda motor kehilangan kendali.
Cerita Pengendara
Salah seorang pengendara, Rewendy Pangaribuan (37), mengakui kondisi jalan saat ini terhitung lebih baik dibanding dua pekan lalu.
"Baru pada ditambal kan, itu juga harus didemo dulu," kata dia.
Hanya saja, permukaan jalan yang tidak rata dan bergelombang masih menjadi pekerjaan rumah untuk PPK 1.1 Jabar selaku penanggung jawab jalan tersebut.
"Kayak di sekitar Maja itu kan masih nggak rata. Teman saya sempat kecelakaan gara-gara selip, jalannya nggak rata," jelasnya.
Selain itu, dia pun mengungkapkan PJU di sepanjang jalan tersebut sebagian telah mati dan dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan saat arus mudik tiba.
"PJU banyak yang mati. Jadinya gelap. Harusnya sih dibenerin juga supaya pemudik nantinya aman dan nyaman," kata dia.
Kata Bupati Karawang
Terpisah, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengakui penanganan jalan nasional, terutama di ruas lingkar luar Karawang, masih jadi catatan.
"Ya, ini juga kayaknya yang jalan baru dari Tanjungpura sampai ke Klari ini kayaknya harus ada intervensi juga. Tapi kayaknya saya kalau ngeliat ini kementerian juga, maksudnya dari PPK 1 juga kayaknya belum ada mengarah ke situ," paparnya.
Jika pekan depan masih belum tertangani, Aep mengaku akan turun langsung memperbaiki titik-titik kerusakan tersebut.
"Nggak apa-apalah. Yang penting kan ini jalurnya juga nggak terlalu banyak, nggak terlalu panjang gitu kan. Tentunya nanti saya suruh pemeliharaan kita lah, suruh masuk ke situ. Jadi kita hanya melapis, me-layer atasnya saja, yang penting jalannya aman," tandasnya.





