Jakarta, VIVA – Subholding Gas Pertamina, PT Saka Energi Indonesia (SAKA), menargetkan pencapaian produksi net estimasi sebesar 24.000 BOEPD di tahun 2026, sebagai bagian dari strategi menjaga kesinambungan produksi dan memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi.
Direktur Utama SAKA, Intan Fauzi mengatakan, target ini meningkat sekitar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan optimisme perusahaan terhadap potensi pertumbuhan produksi dan kinerja operasional aset secara keseluruhan.
"Target produksi tahun 2026 merupakan wujud komitmen kami untuk terus memperkuat kinerja produksi melalui strategi yang terintegrasi, optimalisasi aset eksisting, serta pengembangan potensi sumber daya migas," kata Intan dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026.
- [Istimewa]
Dia menjelaskan, target pencapaian tersebut akan didorong melalui optimalisasi lapangan, pelaksanaan program pemboran sumur produksi baru, kegiatan workover pada sumur eksisting, serta peningkatan reliability dan efisiensi operasi secara konsisten dan terukur.
Selain itu, SAKA juga telah melaksanakan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di WK Pangkah pada akhir tahun 2025, yang saat ini telah berhasil onstream dengan hasil produksi positif. Yakni sekitar 2.430 BOPD minyak dan 2,3 MMSCFD gas, sebagai bagian dari upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja produksi dari aset yang telah beroperasi.
"Pencapaian target tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja operasional yang adaptif dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada aspek pemboran tahun 2025, SAKA juga berhasil merealisasikan tiga sumur pengembangan dan dua kegiatan workover, melampaui rencana awal yang telah ditetapkan. Di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, capaian ini turut mendorong realisasi produksi minyak yang mencapai 113 persen di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai inisiatif peningkatan efisiensi dan keandalan operasi, termasuk keberhasilan pemboran sumur pengembangan SID-5 yang memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi.
"Melalui optimalisasi produksi dan kegiatan eksplorasi, kami berharap upaya ini dapat menjaga pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kemandirian energi nasional," ujarnya.
Sebagai informasi, selain mendorong peningkatan produksi, SAKA juga terus memperkuat portofolio aset melalui kegiatan eksplorasi. Perusahaan telah melaksanakan geophysical and geotechnical survey pada salah satu aset eksplorasi, yaitu WK Pekawai. Hal itu sebagai kegiatan pendukung site preparation untuk rencana kegiatan pemboran.





