Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri China Wang Zhi Yi membutuhkan 10 final sebelum menghentikan dominasi atlet Korea Selatan An Se-young dengan menjuarai All England Open 2026 di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu.
Wang menundukkan An Se-young dengan 21-15, 21-19 dalam partai final yang mempertemukan peringkat satu dan dua dunia tersebut.
Ini kemenangan pertama Wang atas An dalam sebuah partai final setelah sembilan dinal selalu gagal mengatasi pemain Korea Selatan itu.
Hasil itu juga memperbaiki rekor pertemuan Wang menjadi lima kemenangan dan 18 kekalahan dari An.
Empat kemenangan Wang sebelumnya diraih pada semifinal Kejuaraan Asia 2022, babak kedua China Masters 2023, final Denmark Open 2024, dan final BWF World Tour Finals 2024.
Setelah itu, Wang selalu kalah, termasuk pada sembilan final turnamen perseorangan dan satu final Piala Sudirman 2025.
Kemenangan ini juga membalas final All England tahun lalu ketika Wang kalah 21-13, 18-21, 18-21.
Baca juga: Liu/Tan juarai ganda putri All England 2026
An membuka pertandingan dengan unggul cepat 3-0. Namun Wang merespons melalui permainan cepat di depan net hingga membalikkan kedudukan 6-3.
Pertandingan kemudian diwarnai reli panjang yang menguras stamina. Wang menjaga momentum untuk memimpin 11-6 saat interval.
Selepas jeda, Wang tampil lebih agresif dengan memperlebar keunggulan menjadi 15-8. Meski An mencoba mengejar ketertinggalan, Wang tetap mengontrol permainan dan menutup gim pertama dengan 21-15.
Pada gim kedua, duel berlangsung lebih ketat. An berbalik unggul 9-6 setelah memanfaatkan kesalahan Wang.
Namun pemain China itu mengejar ketertinggalan sebelum memimpin tipis 11-10 pada interval.
Selepas itu kedua pemain kembali terlibat pertarungan sengit melalui reli panjang.
An sempat memperkecil jarak menjadi 19-20, tetapi Wang tetap tenang pada poin-poin akhir untuk memastikan kemenangan 21-19 guna merebut gelar juara All England pertamanya.
Baca juga: Lin Chun Yi pertegas dominasi Taiwan dalam All England 2026
Wang menundukkan An Se-young dengan 21-15, 21-19 dalam partai final yang mempertemukan peringkat satu dan dua dunia tersebut.
Ini kemenangan pertama Wang atas An dalam sebuah partai final setelah sembilan dinal selalu gagal mengatasi pemain Korea Selatan itu.
Hasil itu juga memperbaiki rekor pertemuan Wang menjadi lima kemenangan dan 18 kekalahan dari An.
Empat kemenangan Wang sebelumnya diraih pada semifinal Kejuaraan Asia 2022, babak kedua China Masters 2023, final Denmark Open 2024, dan final BWF World Tour Finals 2024.
Setelah itu, Wang selalu kalah, termasuk pada sembilan final turnamen perseorangan dan satu final Piala Sudirman 2025.
Kemenangan ini juga membalas final All England tahun lalu ketika Wang kalah 21-13, 18-21, 18-21.
Baca juga: Liu/Tan juarai ganda putri All England 2026
An membuka pertandingan dengan unggul cepat 3-0. Namun Wang merespons melalui permainan cepat di depan net hingga membalikkan kedudukan 6-3.
Pertandingan kemudian diwarnai reli panjang yang menguras stamina. Wang menjaga momentum untuk memimpin 11-6 saat interval.
Selepas jeda, Wang tampil lebih agresif dengan memperlebar keunggulan menjadi 15-8. Meski An mencoba mengejar ketertinggalan, Wang tetap mengontrol permainan dan menutup gim pertama dengan 21-15.
Pada gim kedua, duel berlangsung lebih ketat. An berbalik unggul 9-6 setelah memanfaatkan kesalahan Wang.
Namun pemain China itu mengejar ketertinggalan sebelum memimpin tipis 11-10 pada interval.
Selepas itu kedua pemain kembali terlibat pertarungan sengit melalui reli panjang.
An sempat memperkecil jarak menjadi 19-20, tetapi Wang tetap tenang pada poin-poin akhir untuk memastikan kemenangan 21-19 guna merebut gelar juara All England pertamanya.
Baca juga: Lin Chun Yi pertegas dominasi Taiwan dalam All England 2026





