REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Pemukim Israel menembak dan membunuh tiga warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki selama akhir pekan. Kejadian ini di tengah meningkatnya serangan sejak dimulainya perang terhadap Iran.
Warga Palestina keempat syahid setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel dalam salah satu serangan pemukim. Insiden pertama terjadi pada hari Sabtu di daerah Wadi al-Rakhim di Masafer Yatta, selatan Hebron, ketika para pemukim melepaskan tembakan ke arah dua saudara lelaki dari jarak dekat.
- Menlu Iran Tegaskan Permintaan Gencatan Senjata dari AS-Israel akan Ditolak, Ini Alasannya
- Iran Klaim Mampu Perang Intensif Enam Bulan di Tengah Konflik dengan AS-Israel
- Dampak Hantaman Rudal Iran Disensor Ketat, Jurnalis India Viral Ungkap Skala Kehancuran Israel
Middle East Eye melaporkan Amir Mohammad Shanaran syahid dalam serangan itu, sementara saudaranya terluka parah, menurut media Palestina. Kedua pria tersebut dilaporkan ditembak di dekat rumah mereka oleh pemukim dari pemukiman terdekat Susiya, yang dibangun di atas tanah Palestina.
Pada Ahad pagi, pemukim menyerang warga Palestina di kota Abu Falah, timur laut Ramallah, menyerang warga dan melepaskan tembakan. Dua pria yang diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan Palestina sebagai Thaer Farouq Hmayel (24 tahun) dan Farea Jawdat Hamayel (57) syahid akibat tembakan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Penduduk kota lainnya, Mohammad Hassan Marra, juga terbunuh dalam serangan itu setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel. Sumber medis mengatakan dia tiba di sebuah rumah sakit di Ramallah dalam keadaan serangan jantung.
Setidaknya tujuh orang lainnya terluka dalam serangan tersebut, termasuk tiga orang dengan luka tembak di kepala, satu orang mengalami cedera panggul, dan satu lagi terkena tembakan di bahu.
Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengutuk serangan itu sebagai “eskalasi besar terorisme pemukim”. “Kami menyerukan komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi untuk melindungi warga Palestina yang tidak bersalah dan mengambil tindakan hukuman yang serius,” tulis Sheikh di X.
Hamas juga berduka atas kematian orang-orang tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka meninggal saat “menghadapi serangan biadab yang dilakukan oleh pemukim”, dan menyerukan kepada warga Palestina untuk “meningkatkan konfrontasi dan bentrokan” terhadap pasukan Israel dan mengusir “serangan pemukim dengan segala cara yang ada”.




