JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026), membahas pendidikan tinggi, persiapan mudik, hingga geopolitik terkait Timur Tengah.
Berdasarkan keterangan Setpres, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Prabowo memimpin lima rapat berbeda sejak siang hingga malam hari
“Pada Minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2026,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Prabowo Nostalgia dengan Para Mantan Ajudan saat Masih Aktif di TNI 30 Tahun Lalu
Teddy menyampaikan, dalam sejumlah rapat tersebut Prabowo meminta laporan terbaru terkait perkembangan sejumlah isu dan agenda strategis pemerintah, baik di dalam negeri maupun dinamika internasional.
Dalam rangkaian rapat tersebut, turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Bahas pembangunan 10 kampus STEM dan kedokteranIsu pertama yang dibahas adalah perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang difokuskan pada penguatan bidang sains dan teknologi.
“Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran,” tuturnya.
Selanjutnya, Prabowo juga meminta laporan terkait upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global serta memperluas kerja sama dengan universitas ternama dunia.
Baca juga: Arahan Prabowo, Gerindra Berangkatkan 12.000 Warga Mudik Gratis Lebaran ke Sumbar
Bahas geopolitik Timur TengahPrabowo turut membahas perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dinamika di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki implikasi terhadap kondisi global dan regional.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” ucap Teddy.
Pendidikan anak Palestina di RIKemudian, topik lain yang juga dibahas dalam rapat tersebut adalah perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia, khususnya yang menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan.
Menurut Teddy, ketika masih menjadi Menteri Pertahanan, Prabowo pernah mengundang 20-40 anak-anak Palestina bersekolah di Indonesia hingga sekarang mencapai hampir 200 mahasiswa-mahasiswi.
Soal mudik lebaran 2026Selain isu pendidikan dan geopolitik, Prabowo juga meminta laporan terkait kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri,” jelas Teddy.
Melalui rangkaian rapat strategis hari ini, Prabowo menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan berbagai agenda prioritas nasional pemerintah dapat berjalan secara optimal mulai dari penguatan pendidikan dan penguasaan teknologi, respons terhadap dinamika geopolitik global, hingga kesiapan menjelang Hari Raya Idulfitri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




