Populer: Trump Incar Tambang di Afrika; Daftar Serangan ke Kilang Konflik Iran

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Upaya AS merebut tambang Afrika dari dominasi China menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (8/3). Selain itu, serangan pada fasilitas minyak dan gas di tengah konflik AS-Iran. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Di Tengah Perang Iran, Trump Incar Tambang Afrika demi Lawan Dominasi China

Pemerintahan Donald Trump menunjukkan perhatian signifikan terhadap Afrika, terutama dalam mengamankan pasokan mineral kritis seperti tembaga dan kobalt.

Langkah ini menandai perubahan strategi AS, yang sebelumnya kurang fokus di benua tersebut, untuk melawan dominasi China.

Republik Demokratik Kongo (DRC), sebagai produsen tembaga terbesar kedua dan sumber kobalt terbesar di dunia, menjadi pusat perhatian. Pada 2023, pemerintahan Joe Biden bahkan mengalokasikan USD 50 juta untuk proyek rare earth di Afrika Selatan, menunjukkan tren investasi yang berkelanjutan.

"Upaya membangun rantai pasok antara ekonomi terbesar dunia dan negara-negara yang memiliki cadangan mineral besar masih terbatas. Namun sejak Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu, dorongan untuk meningkatkan akses AS terhadap logam penting seperti tembaga meningkat pesat," kata Antony Sguazzin and William Clowes dalam analisisnya di Bloomberg, Minggu (8/3).

Dalam upaya konkret, AS menjatuhkan sanksi terhadap militer Rwanda yang mendukung pemberontak di DRC. Secara korporasi, konsorsium AS yang mencakup Orion Resource Partners dan Development Finance Corporation menandatangani kesepakatan miliaran dolar untuk membeli 40 persen saham Glencore di dua tambang tembaga-kobalt di Kongo.

Selain itu, Virtus Minerals juga mengakuisisi produsen tembaga dan kobalt lainnya. AS juga mendukung Koridor Lobito, jalur kereta api vital yang akan mengangkut mineral dari tambang di Kongo dan Zambia ke pantai Atlantik Angola, mempercepat akses ke pasar AS.

Meski demikian, AS menghadapi tantangan besar karena China telah membangun cengkeraman kuat.

China menguasai sebagian besar produksi tembaga dan kobalt di Kongo, serta industri lithium di Zimbabwe. Pada 2024, nilai perdagangan Kongo dengan China mencapai USD 28 miliar, jauh melampaui perdagangan dengan AS yang hanya sekitar USD 1,6 miliar.

Perusahaan China bahkan menyumbang sekitar 80 persen dari total produksi tembaga Kongo tahun lalu, sementara nilai perdagangan tahunan China di seluruh Afrika Sub-Sahara mencapai sekitar USD 200 miliar, empat kali lipat dari AS.

Daftar Fasilitas Minyak dan Gas yang Diserang saat Konflik AS-Israel dengan Iran

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah memicu serangkaian serangan terhadap fasilitas minyak dan gas vital di kawasan Teluk, menyebabkan ketidakpastian signifikan di pasar energi global.

Serangan ini menargetkan kilang, ladang minyak, fasilitas gas alam cair (LNG), dan depot penyimpanan di Arab Saudi, Qatar, serta Iran sendiri, menggarisbawahi dampak geopolitik terhadap rantai pasok energi.

Di Arab Saudi, operasional kilang Ras Tanura, salah satu yang terbesar dengan kapasitas pengolahan 550.000 barel minyak mentah per hari, terpaksa dihentikan setelah serangan drone.

Ladang minyak Shaybah, yang memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari dan fasilitas pemulihan gas alam cair 2,4 miliar kaki kubik standar per hari, juga menjadi target.

Sementara itu, di Qatar, fasilitas LNG Ras Laffan yang menyumbang sekitar seperlima pasokan LNG dunia, menghentikan produksinya, memicu deklarasi force majeure dari QatarEnergy dan menjadi penghentian total pertama dalam 30 tahun operasionalnya.

Serangan juga meluas ke wilayah Iran, di mana militer Israel diklaim menargetkan tiga depot penyimpanan minyak di Kohak, Shahran, dan Karaj, serta sebuah kilang minyak di Teheran.

Insiden ini memicu kebakaran besar dan asap tebal, memperlihatkan eskalasi konflik yang tidak hanya mempengaruhi pasokan energi global dari produsen besar seperti Arab Saudi dan Qatar, tetapi juga mengancam infrastruktur energi domestik Iran, menambah tekanan pada harga minyak dan gas dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reforma Agraria Jadi Kunci Investasi dan Perlindungan Hak Masyarakat
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Buka Puasa dengan Minuman Manis? Pakar Ingatkan Jangan Berlebihan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Dikti hingga Situasi Timur Tengah
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tradisi Bukber Diakui UNESCO, Abdul Mu’ti: Bukti Islam Menginspirasi Kebudayaan Dunia
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Minggu Malam, Balai Kota Bogor Gelap Gulita karena Mati Listrik
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.