VIVA – Kabar panas dari kancah Eredivisie hingga skandal naturalisasi di Asia Tenggara mendominasi daftar berita paling diburu pembaca sepanjang Minggu, 8 Maret 2026. Sorotan utama tertuju pada keberanian kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, yang melontarkan kritik pedas terhadap performa bobrok Ajax Amsterdam hingga memancing reaksi keras dari pelatih Fred Grim.
Di saat yang sama, jagat sepak bola negeri jiran diguncang kenyataan pahit setelah tujuh pemain naturalisasi "bodong" dipastikan tidak akan pernah lagi berseragam Timnas Malaysia menyusul putusan final CAS.
Mulai dari drama intimidasi wartawan di Ternate hingga magis Lamine Yamal di Barcelona, inilah lima berita bola paling populer sepanjang Sabtu, 8 Maret 2026 yang sayang untuk Anda lewatkan.
5. Dugaan Intimidasi Wartawan di Laga Malut United vs PSM, PSSI Pers Murka: Itu Tindak Pidana!
- Istimewa
Laga panas antara Malut United melawan PSM Makassar di lanjutan Super League 2025/2026 tidak hanya menyuguhkan drama enam gol di lapangan. Pertandingan yang berakhir imbang 3-3 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu malam, juga diwarnai dugaan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan.
Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan usai, ketika suasana di sekitar lorong stadion memanas. Beberapa jurnalis yang meliput pertandingan mengaku mendapat tekanan dari oknum tertentu yang meminta mereka menghapus dokumentasi yang diambil saat laga berlangsung.
Salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan, menjadi pihak yang mengaku mengalami langsung kejadian tersebut. Ia menyebut ada oknum yang diduga merupakan ofisial Malut United yang memaksanya menghapus video yang merekam perjalanan perangkat pertandingan setelah laga berakhir.
Situasi di stadion saat itu memang sempat memanas. Kericuhan dilaporkan terjadi setelah pertandingan, bahkan wasit berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri, disebut sempat mengalami tindakan kekerasan saat menuju ruang ganti melalui lorong stadion.
Peristiwa tersebut kemudian menuai kecaman dari organisasi wartawan sepak bola Indonesia, PSSI Pers. Ketua PSSI Pers, Robbi Yanto, menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Baca selengkapnya di sini





