Ramai Desakan agar Indonesia keluar dari BoP, Pakar: Pemerintah Perlu Siapkan Exit Plan

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai kalangan masyarakat sipil terus mendorong pemerintah agar Indonesia tidak lagi menjadi anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Aspirasi tersebut kian ramai usai serangan aliansi militer AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

Pakar hubungan internasional Universitas Indonesia (UI) Broto Wardoyo mengatakan, tekanan dari AS hampir pasti akan ada apabila RI memutuskan keluar dari BoP. Menurut dia, tekanan tersebut bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kebijakan tarif impor hingga tekanan diplomatik maupun keamanan.

Baca Juga
  • Tiga Tanda Vidi Aldiano Meninggal dalam Keadaan Baik Menurut Habib Ja'far
  • Presiden Prancis Apresiasi Kebijakan RI Batasi Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun
  • IRGC Klaim Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa, Serangan Balasan atas Agresi AS-Israel ke Iran

“Tekanan dari AS tentu akan ada. Bisa menggunakan tarif, bisa juga menggunakan mekanisme yang lain, seperti tekanan diplomatik atau keamanan,” ujar associate professor Fisipol UI tersebut kepada Republika pada akhir pekan lalu.

Meski demikian, Broto menilai, hal terpenting bukan sekadar keputusan keluar atau tetap berada dalam BoP, melainkan bagaimana pemerintah terlebih dahulu merancang dan menyampaikan strategi-keluar (exit plan) yang matang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut dia, exit plan sebaiknya berbicara tentang penetapan syarat-syarat keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Hal ini menyangkut rules of engagement (RoE) atau pedoman yang mengatur ihwal kapan, di mana, dan bagaimana kekuatan militer dapat digunakan dalam sebuah konflik.

Broto mengatakan, aspek-aspek teknis operasional dalam RoE perlu dirumuskan secara perinci agar menjamin sekurang-kurangnya dua hal penting: perlindungan kepentingan Palestina dan keselamatan prajurit Indonesia yang terlibat.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! Ada Dua Modus Penipuan Baru Jelang THR 2026 Cair
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Forum Ulama-Habaib DKI Cerita Perjuangan Berdarah-darah untuk Dukung Pramono di Pilgub 2024
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Transjakarta Alihkan Rute Imbas Genangan-Separator Berantakan, Ini Daftarnya
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pengendara Motor Nekat Terobos Banjir di Jalan Panjang, Berakibat Kendaraan Mati Mesin
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Ada Demo Buruh di Gambir Hari ini, 1.446 Polisi Disiagakan
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.