Banjir Bandang Merenggut Rumah Kami, Harapan Itu Datang Pelan-Pelan

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita
Banjir Bandang Padang

Banjir bandang yang melanda Kampung Apar, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, masih membekas dalam ingatan banyak warga. Air datang begitu cepat, membawa lumpur, kayu, dan puing-puing yang menghantam rumah-rumah di sepanjang aliran sungai.

Bagi sebagian warga, malam itu menjadi malam yang tidak akan pernah mereka lupakan.

“Air datang tiba-tiba. Kami hanya bisa berlari keluar rumah. Setelah itu semuanya hilang,” cerita seorang warga Kampung Apar dengan suara pelan.

Setelah banjir surut, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, melainkan juga rasa cemas dan trauma. Anak-anak menjadi lebih mudah takut ketika hujan turun, sementara orang tua berusaha menenangkan keluarga sambil memikirkan bagaimana memulai kembali kehidupan.

Di tengah situasi tersebut, harapan datang dari berbagai arah.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Syedza Saintika—melalui Program Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek 2026—datang ke Kampung Apar untuk membantu proses pemulihan warga. Mereka tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga kegiatan yang dirancang untuk memulihkan kesehatan fisik dan psikologis masyarakat.

Salah satu kegiatan yang paling terasa manfaatnya bagi warga adalah trauma healing bagi anak-anak dan keluarga terdampak. Melalui permainan, diskusi ringan, dan aktivitas kelompok, anak-anak diajak kembali tersenyum dan merasa aman di lingkungan mereka.

“Anak-anak kami sempat takut kalau hujan turun. Setelah ikut kegiatan ini, mereka mulai berani bermain lagi,” kata salah seorang ibu di Kampung Apar.

Selain itu, mahasiswa juga mengadakan pelatihan bagi kelompok ibu-ibu PKK untuk memanfaatkan bahan alam sebagai pertolongan pertama bagi luka ringan. Dalam pelatihan tersebut, warga belajar membuat gel luka berbahan alami yang dapat digunakan secara sederhana dalam situasi darurat.

Bagi para ibu, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menghadirkan kembali rasa kebersamaan setelah masa sulit.

Sementara itu, para pemuda yang tergabung dalam karang taruna dilibatkan dalam pembangunan sumber air bersih melalui pembuatan sumur bor yang dilengkapi sistem penyaringan. Air bersih menjadi kebutuhan penting setelah banjir karena sebagian sumber air sebelumnya tercemar dan berbau.

“Setelah banjir, air di sekitar kami keruh dan tidak bisa digunakan. Sekarang airnya sudah lebih jernih dan tidak berbau,” ujar salah satu anggota karang taruna.

Bagi warga Kampung Apar, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga memberikan dukungan moral bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.

Perlahan, kehidupan mulai kembali berjalan. Anak-anak kembali bermain di halaman, para ibu berkumpul kembali dalam kegiatan PKK, dan pemuda desa ikut menjaga fasilitas air bersih yang baru dibangun.

Bencana memang meninggalkan luka, tetapi dari Kampung Apar terlihat bahwa harapan bisa tumbuh kembali melalui kepedulian dan kerja sama.

Program ini dilaksanakan selama Januari hingga Februari 2026 dengan dukungan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) melalui skema Program Mahasiswa Berdampak.

Bagi warga Kampung Apar, pemulihan tidak terjadi dalam semalam. Namun sedikit demi sedikit, mereka belajar bahwa setelah bencana, kehidupan tetap harus berjalan—dan harapan selalu bisa ditemukan kembali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Longsor Bantargebang Bertambah, 4 Tewas dan 2 Selamat
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Ingatkan Ancaman Nuklir, Pengamat: Trump dan Putin Penentunya
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Potret Remaja di Depok Ikut Lomba Lari: Tanpa Alas Kaki dan Baju, Tetap Gas
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ramadan Anti-Lemas! Rahasia Nutrisi Anak dari Rumah
• 3 jam lalutheasianparent.com
thumb
Anak Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP Disebut Belum Masanya Tentukan Status Kewarganegaraan Sendiri, Dirjen AHU: Berarti Orang Tua Terlalu Mengintervensi Anaknya
• 54 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.