Wemenkeu Pastikan APBN Bisa Tanggung Harga Minyak hingga US$90/ Barel

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik. Juda pun memastikan, APBN Indonesia dikelola secara prudent dan fleksibel.

"Fundamental ekonomi kita masih kuat dan resilient. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan defisit fiskal masih di bawah batas yang ditetapkan undang-undang," ujarnya dalam Rapimnas PB Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) di Jakarta, dikutip Senin (8/3/2026).

Terkait dengan konflik geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, Juda menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas fiskal.


Baca: Ini Alasan Purbaya Pede APBN RI Tahan Efek Perang Iran

Ia memastikan bahwa fiskal Indonesia masih mampu mengantisipasi kenaikan harga minyak hingga level US$ 80-90 per barel dengan defisit yang tetap terjaga di bawah 3%.

Adapun, di tengah risiko tersebut, kinerja ekonomi domestik tetap terjaga. Juda menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sekitar 5,11%, dengan pertumbuhan pada triwulan IV mencapai sekitar 5,39%. Sementara itu, defisit fiskal tetap dijaga di bawah 3%, yakni sekitar 2,92%, sesuai aturan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Dari sisi utang, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih relatif aman di kisaran 40%, jauh di bawah batas maksimal 60% yang ditetapkan undang-undang.

Menurut Juda, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain yang memiliki peringkat kredit setara.

Baca: Perang Iran vs AS-Israel Memburuk, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh 5,4%

Dia menegaskan, kondisi fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mencapai target menjadi negara maju pada 2045. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran US$5.000, sementara standar negara maju berada di atas US$13.000 per kapita per tahun.

Juda menilai, momentum bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga sekitar 2035-2040 harus dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita melewatkan periode ini, kita berisiko menjadi negara yang tua sebelum kaya," kata Juda.

Oleh karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bahkan hingga 8%, guna menghindari jebakan negara berpendapatan menengah.

Untuk mendukung agenda pembangunan tersebut, pemerintah merancang APBN 2026 yang diarahkan pada penguatan pembangunan jangka panjang. Total belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.847 triliun, dengan penerimaan sekitar Rp3.153 triliun, sehingga defisit tetap dijaga sekitar 2,68% dari PDB.

Juda pun optimistis ekonomi triwulan I-2026 dapat tumbuh melampaui capaian akhir tahun lalu, didorong oleh momentum Ramadan dan pemberian THR, dengan baseline pertumbuhan pada angka 5,5%.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Harga Minyak Naik, Kemenkeu Ungkap Dampaknya Pada APBN RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Feri Mudik Gratis Perdana Situbondo-Madura Angkut 331 Penumpang Untuk Rayakan Lebaran
• 3 jam lalunarasi.tv
thumb
Rachel Vennya Ngaku Diancam Mantan Saat Staycation, Ini Dia Klarifikasi Lengkapnya!
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Banjir Jakarta Masih Rendam 16 RT dan 2 Jalan Pagi Ini, Ratusan Warga Mengungsi
• 16 jam laluokezone.com
thumb
BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor
• 52 menit laludetik.com
thumb
Longsor Bantargebang, Menteri LH: KLH Sudah Lama Beri Peringatan
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.