Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. 

Anggota badan ulama yang bertanggung jawab untuk memilih otoritas tertinggi Iran telah mengumumkan keputusan tersebut pada hari Minggu, 8 Maret 2026, menyerukan rakyat Iran untuk bersatu di belakangnya dan menjaga persatuan nasional.

Baca Juga :
Hanya Dua Negara Ini yang Selamat, Jika Perang Nuklir Iran vs AS-Israel Meletus
Donald Trump 'Murka' Tau Rusia Bantu Iran Lawan AS-Israel

Dalam pernyataan yang dimuat oleh media pemerintah, Senin, majelis tersebut mengatakan Khamenei telah dipilih melalui apa yang mereka sebut sebagai "pemungutan suara yang menentukan".

Badan tersebut mendesak warga di seluruh negeri, "terutama para elit dan intelektual seminari dan universitas", untuk berjanji setia kepada kepemimpinan baru dan menjaga persatuan pada saat kritis bagi Iran.

Pengangkatan tersebut disambut baik oleh pemberontak Houthi Yaman, yang didukung oleh rezim Iran.

"Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya, atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan di Telegram.

Pernyataan itu menyebut terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai "kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam dan musuh-musuh negara".

Ditolak Donald Trump

Langkah ini dapat menyebabkan eskalasi perang lebih lanjut, mengingat Donald Trump telah mengakui bahwa Mojtaba Khamenei adalah penerus yang paling mungkin dan Trump dengan tegas menolaknya.

Pengangkatan Mojtaba Khamenei menandai pertama kalinya sejak revolusi Islam 1979 kepemimpinan tertinggi Iran beralih dari ayah ke anak. Ini adalah perkembangan yang kemungkinan akan memicu perdebatan di dalam Iran tentang munculnya sistem dinasti di negara yang didirikan secara eksplisit untuk menggulingkan pemerintahan turun-temurun setelah Shah.

Ayatollah Ali Khamenei, yang memerintah selama 37 tahun, tewas dalam serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari, pada hari pertama perang dengan Iran.

Di seluruh lembaga politik dan keamanan Iran, para pejabat dengan cepat menyambut pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu.

Media pemerintah melaporkan bahwa pimpinan angkatan bersenjata Iran berjanji setia kepadanya, sementara ketua parlemen memuji keputusan tersebut dan menggambarkan mengikuti Mojtaba Khamenei sebagai "tugas agama dan nasional".

Baca Juga :
Jadi Target Israel, Putra Ali Khamenei DikabarkanTerluka, Begini Kondisi Terkininya
IRGC: Iran Punya Kemampuan Perang Selama 6 Bulan
Israel Luncurkan Gelombang Serangan Udara ke Iran, Targetkan Infrastruktur Militer

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liu Sheng Shu dan Tan Ning Juara Ganda Putri All England 2026 Usai Taklukkan Wakil Korea Selatan
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Kecelakaan di Maros, Xenia Bawa 7 Penumpang Masuk Irigasi gegara Sopir Ngantuk
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Puncak Mudik Lebaran 16 dan 18 Maret 2026 Rawan Macet, Menhub Imbau Karyawan WFA
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Rapat Minggu, Mentan Amran Sulaiman Siapkan Antisipasi Kekeringan
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
BPS Catat Harga Telur Ayam Ras Naik di 210 Daerah, Beberapa Wilayah Tembus Jauh di Atas Harga Acuan
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.