Pengamat: Dukungan pemerintah berantas "illegal gain" jaga IHSG stabil

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Dukungan pemerintah dan legislatif terhadap upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai penting untuk memberantas praktik keuntungan tidak sah (illegal gain) dalam perdagangan saham sekaligus demi menjaga stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), kata seorang pengamat sektor finansial.

Pengamat sekaligus konsultan keuangan, Elvi Diana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengatakan dukungan pemerintah serta DPR terhadap penanganan praktik manipulasi saham bisa mencegah terulangnya gejolak pasar yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Dalam hal ini, dukungan pemerintah maupun Komisi XI DPR yang memadai dalam pemberantasan praktik ini secara tegas dan tuntas, termasuk mengungkapkannya secara terbuka kepada publik, sangat penting,” ujar Elvi.

Elvi menggarisbawahi pentingnya langkah reformasi pengawasan pasar modal agar praktik manipulasi harga saham ke depannya dapat dicegah lebih dini.

Menurut Elvi, transparansi dan dukungan kuat pemerintah dalam menindak pelanggaran merupakan kunci menjaga integritas pasar modal Indonesia.

“Pasar modal membutuhkan pengawasan yang kuat, transparan, dan bebas dari tekanan pihak manapun. Tanpa itu, kepercayaan investor akan mudah terganggu,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) menerima kunjungan dari pihak Bareskrim Polri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait tindak pidana pasar modal.

Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK Irjen Pol. Daniel Bolly Hyronimus Tifaona menjelaskan kasus ini terjadi dalam kurun waktu 2020–2022 dan sejatinya sudah di tahap penyidikan.

Manipulasi informasi fakta material yang dimaksud adalah terkait tidak dilaporkannya pihak afiliasi penerima fixed allotment dalam penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), serta penyampaian laporan penggunaan dana IPO yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dugaan manipulasi tersebut diduga melibatkan pihak sekuritas.

Selain itu, penyidik OJK juga menemukan dugaan transaksi semu yang diduga menyebabkan harga saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) di pasar reguler meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.150 persen.

Daniel mengungkapkan, illegal gain dari insider trading ini sebesar Rp14,5 triliun.

Dari kasus ini, telah ditetapkan dua orang tersangka perorangan, yaitu ASS selaku beneficial owner BEBS, MWK selaku mantan Direktur Investment Banking PT MASI, serta tersangka korporasi PT MASI.



Baca juga: Mirae Asset hormati proses pemeriksaan oleh Bareskrim dan OJK

Baca juga: IHSG ditutup melemah, investor "risk-off" imbas konflik AS-Iran

Baca juga: BEI ungkap 6 perusahaan besar siap IPO di pasar modal RI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Konfirmasi 104 Awak Tewas Usai Kapal Perangnya Ditenggelamkan AS
• 9 jam laludetik.com
thumb
7 Fakta Gunungan Sampah Bantargebang Longsor Tewaskan 4 Orang
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Serangan Israel Targetkan Depot Minyak Iran, Kobaran Api dan Asap Tebal Selimuti Langit Teheran
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Update Korban Longsor TPST Bantargebang: 6 Tewas, 6 Selamat, 1 Hilang
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Longsor Gunungan Sampah TPST Bantargebang: 3 Tewas, Truk-Warung Tertimbun
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.