REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Saturnino Brawner Jr menghadiri Dialog Raisina 2026 di New Delhi, India pada pekan lalu. Dia pun menyatakan kesediaan Filipina untuk melakukan lebih banyak bisnis militer dengan India. Hal itu didorong oleh keberhasilan Filipina mengakuisisi rudal Brahmos pada 2022 dengan biaya 375 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,35 triliun.
Dalam wawancara tersebut, Brawner mengungkapkan, Indonesia juga telah membeli rudal supersonik Brahmos dari India. "...Filipina adalah negara pertama (di Asia Tenggara) yang membeli sistem rudal Brahmos. Sekarang Indonesia telah membeli sistem yang sama," ujarnya dikutip dari Asian News International (ANI) di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menhan Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 875/SYP di Dompu
"Saya dapat mengatakan bahwa kami senang dengan pembelian kami, dan mudah-mudahan kami dapat melakukan lebih banyak bisnis dengan India," kata Brawner menambahkan. Filipina yang dikenal sebagai sekutu Amerika Serikat (AS) berselisih dengan China atas sikap agresifnya di Laut Cina Selatan. Filipina menuding, China menggunakan taktik maritim yang mengintimidasi, seperti penjaga pantai (coast guard) yang melepaskan meriam air, dan melakukan manuver berbahaya termasuk menabrak kapal-kapal Manila.
Meskipun Brawner menyampaikan, Indonesia telah menandatangani kesepakatan rudal Brahmos, namun pemerintah India belum secara resmi mengumumkannya. Tetapi, sumber-sumber di pemerintahan menyatakan bahwa kontrak tersebut hampir mencapai tahap finalisasi.