Serangan drone Iran di Pulau Sitra, Bahrain, melukai 32 orang pada Minggu (8/3) malam. Saat ini Iran sedang menyerang sejumlah negara di Timur Tengah.
Serangan Iran merupakan balas dendam atas serangan gabungan Amerika Serikat–Israel ke negaranya. Iran menargetkan beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Pasukan AS menempati dua pangkalan di Bahrain, yaitu di laut dan udara. Kedua pangkalan penting itu menjadi titik tumpu operasi udara AS di kawasan Teluk.
Kementerian Kesehatan Bahrain menyatakan, empat orang yang terluka berada dalam kondisi serius, termasuk seorang anak.
“Korban luka salah satunya remaja putri 17 tahun yang menderita cedera di kepala dan mata. Ada pula bayi berusia dua bulan,” kata Kementerian Kesehatan Bahrain, seperti dikutip dari AFP.
Serangan di Qatar, Saudi, dan Kuwait
Selain di Bahrain, pada Senin (9/3) rangkaian ledakan juga terdengar di ibu kota Qatar, Doha. Sementara itu, pemerintah Arab Saudi dan Kuwait melaporkan adanya serangan baru dari Iran.
Ketiga negara makmur ini juga menjadi pangkalan militer AS.
Akibat eskalasi krisis di Timur Tengah, Kedutaan Besar AS di Riyadh meminta seluruh staf non-darurat dan keluarganya segera meninggalkan Arab Saudi.
Sementara itu, pada akhir pekan lalu Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan agar negara-negara Arab tidak digunakan oleh AS dan Israel untuk menyerang negaranya.
Pezeshkian menegaskan jika hal itu terjadi, Iran akan merespons dengan keras.





