Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri turun langsung mengecek longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kapolda meminta proses evakuasi korban dimaksimalkan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan Kapolda Metro Jaya turun ke lokasi didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, pada Minggu (8/3) malam tadi. Irjen Asep memberikan sejumlah arahan kepada petugas di lokasi.
"Pak Kapolda meminta agar petugas fokus pada penanganan korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat," kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Selain itu, Irjen Asep Edi Suheri juga meminta petugas memaksimalkan proses pencarian korban. Polisi memperkirakan ada 10 korban yang tertimbun longsoran sampah.
"Pak Kapolda juga meminta agar petugas memaksimalkan proses pencarian korban dengan menggunakan unit satwa K9," ucapnya.
Di samping itu, Polda Metro Jaya juga akan membuat posko terpadu penanganan orang hilang untuk membantu pendataan dan identifikasi korban yang tertimbun longsor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden terjadi secara tiba-tiba, sampah runtuh dan menimbun warung hingga beberapa truk sampah.
"Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo, dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Informasi longsor sampah Bantargebang ini tersebar cepat melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi. Pihak kepolisian dari Polsek Bantargebang bergegas ke lokasi setelah menerima informasi tersebut.
Polsek Bantargebang melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi. Berdasarkan data sementara, empat orang dinyatakan tewas.
"Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan IS (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk," kata Kusumo.
Petugas dari berbagai unsur turun ke lokasi melakukan evakuasi hingga malam hari. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator.
(mea/dhn)





