Dapat Program Revitalisasi, SMA 5 Yogya Kini Punya Atap Kelas hingga UKS Baru

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Yogyakarta melakukan sejumlah pembenahan fasilitas melalui program revitalisasi yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui program ini, sekolah tersebut kini memiliki atap kelas yang telah diperbaiki hingga ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang baru.

Berdasarkan pantauan di lapangan, atap kelas yang sebelumnya bocor serta plafon yang berjamur kini telah diperbaiki sehingga terlihat bersih dan layak digunakan. Selain itu, ruang UKS juga dibangun kembali menjadi ruangan yang lebih nyaman bagi siswa untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar saat berada di sekolah.

Revitalisasi tidak hanya mencakup dua fasilitas tersebut. Sekolah juga membangun toilet bagi siswa dan guru serta melakukan perbaikan lapangan basket. Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan siswa maupun tenaga pendidik selama beraktivitas di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Sarana dan Prasarana SMAN 5 Yogyakarta Sapto Nugroho mengatakan revitalisasi tersebut mencakup perbaikan delapan atap kelas yang sebelumnya membutuhkan pembenahan. Selain itu, sekolah juga membangun tiga unit kamar mandi siswa yang terdiri dari delapan bilik.

“Pada 2025 ini, SMA Negeri 5 Yogyakarta mendapatkan revitalisasi yaitu delapan atap kelas, kemudian tiga unit kamar mandi yang di dalamnya terdiri dari delapan bilik, kemudian ruang UKS dan dua kamar mandi guru,” ujar Sapto, dikutip Minggu (8/3).

Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi tersebut menggunakan skema swakelola, di mana sekolah diberi kewenangan untuk mengelola langsung dana yang diberikan dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dalam pelaksanaannya.

“Dari dana yang diberikan ke kami ini sifatnya swakelola, di mana sekolah bisa memanfaatkan semaksimal mungkin dana tersebut, namun dengan penuh tanggung jawab kami lakukan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Selain fasilitas bangunan, revitalisasi juga menyentuh area olahraga melalui renovasi lapangan basket yang diharapkan dapat menunjang aktivitas siswa.

Salah satu siswa SMAN 5 Yogyakarta, Syghap S., menyambut positif pembaruan fasilitas tersebut. Menurutnya, revitalisasi sekolah membuat lingkungan belajar menjadi lebih nyaman sekaligus mendukung pengembangan potensi siswa.

“Saya sangat senang sekali karena ada pembangunan agar fasilitas-fasilitas ini dapat menjadi wadah anak-anak untuk lebih berkembang lagi. Saya harap setelah ini SMA Negeri 5 dapat lebih maju dan sukses,” kata Syghap.

Ruang Kelas Dibongkar, Atap Diganti

Revitalisasi sekolah juga dilakukan di Indramayu. Suara palu bertalu dan aktivitas para pekerja kini mewarnai suasana di SDN 1 Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Di sekolah yang berada di kawasan pesisir tersebut, proses revitalisasi ruang kelas tengah berlangsung dan membawa harapan baru bagi para siswa yang setiap hari menimba ilmu di sana.

Berdasarkan pantauan di lokasi, revitalisasi yang dilakukan mencakup penggantian atap dan plafon serta perbaikan dinding bangunan. Perbaikan ini diharapkan dapat menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Proses pembangunan saat ini masih berada pada tahap awal. Para pekerja tengah melakukan pembongkaran bagian bangunan lama sebelum memasuki tahap pembangunan kembali. Meski baru berjalan beberapa hari, perubahan di lingkungan sekolah sudah mulai terlihat.

Di tengah aktivitas tersebut, kontraktor pelaksana dari CV Tiga Sarana Abadi, Darudin, memastikan bahwa pekerjaan sejauh ini berjalan lancar. Ia mengaku belum menemui kendala berarti di lapangan dan optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

“InsyaAllah kita sesuai targetnya Pak. Karena kita mulai kan minggu-minggu ini untuk pembongkaran. Alhamdulillah nggak ada kendala,” ujar Darudin, seperti dikutip Minggu (8/3).

Revitalisasi ini tidak hanya berdampak pada perbaikan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Dalam proses pengerjaannya, pihak kontraktor turut melibatkan warga setempat untuk membantu pekerjaan di lapangan.

Namun demikian, keterlibatan masyarakat lebih difokuskan pada pekerjaan fisik sederhana, seperti membantu mengangkat material bangunan. Sementara itu, pekerjaan teknis yang membutuhkan keahlian khusus tetap ditangani oleh tenaga profesional agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

“Ada pekerja melibatkan masyarakat di sekitar juga. Paling ya perbantuan tenaga kasar kayak ngangkat adukan. Untuk tenaga ahlinya memang kita udah ada,” ucapnya.

Darudin berharap revitalisasi ruang kelas ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa yang belajar di sekolah tersebut. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Semoga bermanfaat. Mohon juga bangunan yang sudah jadi itu dijaga bareng-bareng. Kita bareng-bareng menjaga,” jelas dia.

Harapan serupa juga datang dari para orang tua siswa. Salah satunya Astri, yang menyampaikan rasa syukur atas pembangunan ruang kelas di sekolah tempat anaknya menempuh pendidikan.

Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah menjadi kabar baik bagi para orang tua yang menginginkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi anak-anak mereka.

“Mengenai pembangunan ini saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan ini,” ungkap Astri.

Ia berharap dengan fasilitas belajar yang lebih baik, anak-anak dapat semakin bersemangat menuntut ilmu dan meraih cita-cita mereka di masa depan.

“Saya berharap anak-anak bisa semakin semangat belajar. Semoga ke depan mereka bisa meraih cita-cita yang lebih baik,” lanjutnya.

Para siswa yang menyaksikan langsung proses revitalisasi sekolah tersebut juga tak henti-hentinya ikut bersyukur. Bagi mereka, perubahan di lingkungan sekolah membawa rasa bangga sekaligus harapan baru.

“Terima kasih Bapak Presiden. Terima kasih Bapak Menteri atas pembangunan sekolah kami,” ucap para siswa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadir di IFEX 2026, Labamu Luncurkan Solusi MRP untuk Digitalisasi Industri Furnitur Indonesia
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menteri LH: Benahi Bantargebang agar longsor sampah tak berulang
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Daftar 16 Titik Banjir Jakarta Senin Pagi, Seluruhnya di Jakbar
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Preview Lazio vs Sassuolo: Lupakan Sejarah
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Jakarta: Daan Mogot hingga Cipinang Melayu, Evakuasi Warga hingga 1.200 Pompa Disiapkan
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.