FAJAR, JAKARTA – Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas kembali memicu perdebatan panas di media sosial. Ia meradang setelah disindir menggunakan uang pajak untuk menghina negara.
Tyas menantang bukti atas tudingan yang dianggapnya sebagai fitnah tersebut. Perseteruan ini bermula dari pernyataannya mengenai status kewarganegaraan sang anak.
Ketegangan antara publik dan alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), memasuki babak baru. Setelah sempat mereda terkait isu kewarganegaraan anaknya, Tyas kini bereaksi keras terhadap narasi yang menyeret nama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Polemik memuncak saat Tyas membalas sebuah unggahan di TikTok yang mengutip pernyataan Menkeu Purbaya mengenai pemanfaatan dana pajak dan utang negara.
Sindiran tersebut dialamatkan kepada penerima beasiswa yang dianggap tidak tahu berterima kasih kepada negara.
Tantangan Tyas terhadap Tudingan
Merasa disudutkan, Tyas memberikan respons menohok melalui akun media sosialnya. Ia menepis anggapan bahwa dirinya menggunakan dana publik untuk kepentingan pribadi yang merugikan bangsa.
“Bagian mana gue pakai uang pajak dan menguntungkan pribadi? Kalau gak ada bukti namanya fitnah,” tulis Tyas dengan nada geram.
Ia bahkan mengancam akan mendata akun-akun yang dianggap menyebarkan informasi palsu terkait dirinya.
Akar Masalah: Kontroversi Paspor WNA
Konflik ini bermula ketika Tyas mengunggah video mengenai dokumen kewarganegaraan anak keduanya di Inggris. Dalam video tersebut, ia melontarkan kalimat yang dinilai kontroversial oleh netizen Indonesia:
“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu.”
Pernyataan ini langsung memicu gelombang kritik. Banyak pihak menilai hal tersebut tidak etis diucapkan oleh seorang lulusan luar negeri yang studinya dibiayai oleh uang rakyat melalui program LPDP.
Pembelaan dan Respons Tokoh Nasional
Tyas sempat memberikan klarifikasi bahwa dirinya telah memenuhi kewajiban pengabdian di Indonesia selama enam tahun (2017-2023) setelah lulus dari Belanda.
Ia menekankan bahwa kepindahannya ke Inggris saat ini adalah untuk mendampingi suami, bukan untuk bersekolah lagi.
Polemik ini bahkan memancing komentar dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Meskipun memahami kekecewaan Tyas terhadap kondisi birokrasi atau diplomasi di tanah air, Mahfud memberikan nasihat mendalam.
“Mbak Tyas, saya marah pada Anda karena menghina republik ini, tapi saya juga paham fakta yang sering mengecewakan. Tapi tetaplah cinta pada negeri ini,” ujar Mahfud MD dalam sebuah kesempatan.
Permohonan Maaf di Akhir Drama
Setelah sempat emosi menghadapi komentar netizen dan singgungan terkait Menkeu Purbaya, Tyas akhirnya muncul kembali dengan nada yang lebih tenang.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas sikapnya yang mungkin dianggap memperkeruh suasana dan berharap ketegangan ini segera berakhir. (*)





