Seorang senator senior Amerika Serikat (AS), Lindsey Graham, dari Partai Republik mengecam penunjukan Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran. Dia menyebut Mojtaba akan bernasib sama seperti ayahnya.
Graham, seperti dilansir Al Jazeera, Senin (9/3/2026), menyebut pilihan Iran untuk menunjuk putra Khamenei sebagai pengganti ayahnya "bukanlah perubahan yang kita inginkan".
"Saya meyakini hanya masalah waktu sebelum dia mengalami nasib yang sama seperti ayahnya," kata Graham yang merupakan Senator South Carolina dalam pernyataan via media sosial X.
Graham telah sejak lama melobi untuk serangan militer AS terhadap Iran. Laporan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), mengungkapkan bahwa Graham telah "melatih" Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu soal cara melobi Presiden AS Donald Trump untuk mengambil tindakan terhadap Iran.
Iran mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut pada Minggu (8/3), atau sepekan setelah kematian ayahnya.
Keputusan Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama senior untuk memilih Mojtaba, seorang ulama berusia 56 tahun, sebagai penerus Khamenei menandakan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali penuh atas Iran.
Trump belum memberikan tanggapan secara langsung dan terbuka atas pengumuman Iran tersebut. Namun seorang wartawan Fox News, Brian Kilmeade, mengungkapkan jika Trump telah mengatakan kepada dirinya bahwa dia tidak senang dengan terpilihnya Mojtaba menggantikan Khamenei.
"Saya tidak senang," kata Kilmeade mengutip ucapan Trump kepada dirinya.
(nvc/ita)





