Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila melalui gerakan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa dan kelurahan.
"Penguatan peran perempuan tidak hanya terkait peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga memastikan perempuan memiliki akses, kesempatan, dan perlindungan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Hal itu dikatakannya saat rapat dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang membahas penguatan kolaborasi kedua lembaga dalam mendorong pemberdayaan perempuan pada isu ekonomi, kesejahteraan, dan lingkungan hidup melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai program pembangunan.
Ia menyoroti kesenjangan dan diskriminasi berbasis gender yang masih terjadi di berbagai sektor pembangunan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dan perlu menjadi perhatian bersama.
"Masih terdapat kesenjangan dan diskriminasi berbasis gender di berbagai sektor pembangunan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kritis, memperkuat kepercayaan diri, serta meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu berpartisipasi secara aktif dan memperoleh manfaat yang setara dalam pembangunan," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Ia menambahkan bahwa penguatan peran perempuan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
"Konstitusi melalui Undang-Undang Dasar 1945 telah menjamin kesetaraan hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan, termasuk bagi perempuan yang memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi keluarga, pemimpin di masyarakat, serta agen perubahan di berbagai sektor," kata Menteri Arifah Fauzi.
Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA tekankan perlindungan PRT
Baca juga: Hari Perempuan Internasional momentum perkuat komitmen lindungi PRT
Baca juga: Kekerasan seksual anak, KPPPA tekankan jaga identitas korban kekerasan
"Penguatan peran perempuan tidak hanya terkait peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga memastikan perempuan memiliki akses, kesempatan, dan perlindungan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Hal itu dikatakannya saat rapat dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang membahas penguatan kolaborasi kedua lembaga dalam mendorong pemberdayaan perempuan pada isu ekonomi, kesejahteraan, dan lingkungan hidup melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai program pembangunan.
Ia menyoroti kesenjangan dan diskriminasi berbasis gender yang masih terjadi di berbagai sektor pembangunan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dan perlu menjadi perhatian bersama.
"Masih terdapat kesenjangan dan diskriminasi berbasis gender di berbagai sektor pembangunan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kritis, memperkuat kepercayaan diri, serta meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu berpartisipasi secara aktif dan memperoleh manfaat yang setara dalam pembangunan," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Ia menambahkan bahwa penguatan peran perempuan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
"Konstitusi melalui Undang-Undang Dasar 1945 telah menjamin kesetaraan hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan, termasuk bagi perempuan yang memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi keluarga, pemimpin di masyarakat, serta agen perubahan di berbagai sektor," kata Menteri Arifah Fauzi.
Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA tekankan perlindungan PRT
Baca juga: Hari Perempuan Internasional momentum perkuat komitmen lindungi PRT
Baca juga: Kekerasan seksual anak, KPPPA tekankan jaga identitas korban kekerasan





