Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memandang pondok pesantren ikut berperan dalam menanamkan nilai nasionalisme kepada anak-anak Indonesia.
Dengan demikian, anak-anak yang mengenyam pendidikan di pesantren akan mendapatkan nilai nasionalisme, selain agama maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Pesantren mendidik anak-anak kita untuk tahu agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan juga nasionalisme. Ini ada pada pesantren," ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut menyampaikan pemerintah memastikan selalu hadir untuk membantu pesantren.
Menurut dia, beberapa program telah menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah untuk pesantren, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Ini adalah bagian daripada ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Tidak hanya untuk sekolah umum, tetapi juga diarahkan agar santri-santri di pesantren ikut merasakan manfaatnya," katanya.
Khusus beasiswa LPDP, Bahlil meyakini para santri memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan dengan siswa sekolah umum.
Namun, kata dia, beasiswa tersebut selama ini belum secara serius memberikan perhatian khusus kepada santri.
"Saya pikir ini harus kami lakukan dan suarakan terus-menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik. Toh, mereka juga adalah anak bangsa," ujarnya.
Dengan demikian, anak-anak yang mengenyam pendidikan di pesantren akan mendapatkan nilai nasionalisme, selain agama maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Pesantren mendidik anak-anak kita untuk tahu agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan juga nasionalisme. Ini ada pada pesantren," ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut menyampaikan pemerintah memastikan selalu hadir untuk membantu pesantren.
Menurut dia, beberapa program telah menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah untuk pesantren, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Ini adalah bagian daripada ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Tidak hanya untuk sekolah umum, tetapi juga diarahkan agar santri-santri di pesantren ikut merasakan manfaatnya," katanya.
Khusus beasiswa LPDP, Bahlil meyakini para santri memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan dengan siswa sekolah umum.
Namun, kata dia, beasiswa tersebut selama ini belum secara serius memberikan perhatian khusus kepada santri.
"Saya pikir ini harus kami lakukan dan suarakan terus-menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik. Toh, mereka juga adalah anak bangsa," ujarnya.




