Dubai, VIVA – Emas kini dijual dengan potongan harga cukup besar di Dubai, seiring perang di Timur Tengah yang membuat banyak penerbangan terhenti dan menyulitkan pemasok mengirimkan logam mulia keluar dari pusat perdagangan utama itu.
Lantaran hal tersebut, kini banyak pembeli memilih menunda memesan emas baru karena enggan menanggung biaya pengiriman dan asuransi yang melonjak tinggi, sementara tidak ada jaminan barang bisa tiba tepat waktu. Akibatnya, daripada terus menanggung biaya penyimpanan dan pendanaan, para pedagang menawarkan diskon hingga 30 dolar AS per ons (sekitar Rp508.890 per ons atau setara sekitar Rp16 ribu per gram) dibandingkan harga acuan global di London, menurut sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Melansir laman NDTV, Senin 9 Maret 2026, beberapa pengiriman emas dilaporkan masih tertahan hingga Jumat, meskipun sejak pertengahan pekan ini sebagian logam mulia sudah mulai dimuat ke dalam penerbangan yang berangkat dari Dubai.
Uni Emirat Arab, khususnya Dubai, merupakan pusat penting untuk pemurnian dan ekspor emas batangan ke berbagai negara di Asia. Kota ini juga menjadi jalur pengiriman emas dari Swiss, Inggris, serta sejumlah negara Afrika. Namun, sebagian wilayah udara negara itu ditutup setelah rentetan serangan rudal Iran, di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Teheran yang telah memasuki hari ketujuh tanpa tanda-tanda mereda.
Biasanya, emas diangkut melalui ruang kargo pesawat penumpang. Namun, dengan pembatasan penerbangan dari UEA yang cukup ketat, para pedagang dan perusahaan logistik enggan mengirimkan kargo bernilai tinggi lewat jalur darat menuju bandara di negara lain seperti Arab Saudi atau Oman. Risiko dan kerumitannya dianggap terlalu besar, terutama saat harus melintasi perbatasan darat.
Standar emas batangan Dubai Good Delivery yang umum diperdagangkan di pasar lokal dan regional memang biasanya dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan patokan harga di London. Namun, kemacetan pengiriman saat ini membuat harga emas tersebut menjadi semakin murah.
“Beberapa pengiriman kargo tertunda atau bahkan terjebak di perjalanan, sehingga untuk sementara ketersediaan emas fisik di India menjadi lebih terbatas,” kata Kepala Riset di Augmont Enterprises Ltd., salah satu pedagang emas terbesar di India, Renisha Chainani.





