Hindari Tiket Mahal, Warga Mudik Lebih Awal dari Terminal Kampung Rambutan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mulai dipadati pemudik menjelang Lebaran, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, banyak penumpang menunggu bus di ruang tunggu terminal.

Sejumlah penumpang terlihat membawa koper besar hingga kardus yang akan dibawa ke kampung halaman.

Sebagian besar penumpang didominasi pemudik dengan tujuan Pulau Sumatera.

Baca juga: Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16-18 Maret

Salah satunya Ade (32), pemudik asal Payakumbuh, Sumatera Barat. Ia mengaku memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan sekaligus mendapatkan harga tiket yang masih normal.

"Iya mau pulang lebih awal ke Payakumbuh, karena mau hindarin macet dan tiket juga belum naik kalau jauh sebelum musim mudik," kata Ade saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Senin.

Ia menjelaskan bahwa dirinya memang rutin pulang lebih awal ke kampung halaman dan memilih meliburkan aktivitas berdagang beberapa hari sebelum Lebaran.

"Iya, emang biasa kayak gini, dari jauh hari karena kan dagang juga. Paling 10 hari puasa sudah, paling lama 15 hari, tiket juga masih normal Rp 875.000 untuk sleeper," ungkapnya.

Baca juga: Tiket Kereta Lebaran di Stasiun Gambir dan Senen Tersisa 476.191 Kursi

Hal senada disampaikan Septalia (29), pemudik asal Palembang yang juga memilih berangkat lebih awal karena harga tiket masih terjangkau.

"Karena sekarang tuh tiketnya belum naik, masih stabil, masih normal. Jadi kita masih terjangkaulah buat beli tiketnya gitu. Harga tiket bisa dua kali lipat kalau sudah ngedeketin hari H Lebaran," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa baru pertama kalinya pulang kampung jauh sebelum Lebaran karena sudah tidak memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan di Jakarta.

Selain itu, Septalia memilih mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan panjang, terlebih ia bepergian bersama anaknya yang masih kecil.

"Terus macetnya panjang banget gitu ya. Macet bisa, perjalanan tuh bisa nyampe dua puluh empat jam lebih gitu. Biasanya kalau kita ini kan, apalagi kan sekarang tuh sudah tol gitu, jadi cepet kitanya kalau untuk sekarang kita mudiknya," jelasnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Bisa Ganggu Kereta, Pesawat, hingga Kapal Saat Mudik Lebaran 2026

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Septalia mengatakan ia mudik hanya bertiga bersama anak dan sepupunya, sementara sang suami akan menyusul mendekati Lebaran.

"Ya suaminya nyusul. Karena dia masih kerja, jadi suami sekitar tanggal 17 Maret berangkat pas dia bener libur," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebiasaan yang Menguras Kebahagiaan dalam Hubungan
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kelola Sawit Lebih Efektif, Prasasti Usulkan Orkestrasi Kebijakan Antar-Lembaga
• 27 menit laludisway.id
thumb
John Herdman Coret hingga 18 Pemain dari Skuad Timnas Indonesia, Miliano Jonathans hingga Mauro Zijlstra Masuk Daftar?
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Titip Kendaraan Gratis di Polda Metro Jaya, Ini Rincian Lokasinya
• 57 menit laludisway.id
thumb
Danantara Siapkan Rp16 Triliun untuk Bangun 18 Tower Hunian Vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Cikarang
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.