Grid.ID - Kronologi longsor di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) malam. Peristiwa ini mengakibatkan empat orang tewas.
Terjadi longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan tumpukan sampah yang longsor hingga menutupi sebagian jalan.
Keempat korban tewas diketahui bernama Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (22), dan Irwan Suprihatin. Sumine merupakan pemilik warung di sekitar lokasi, sedangkan Enda merupakan pemulung.
Sementara Dedi dan Irwan merupakan pengemudi truk sampah. Lantas bagaimana kronologinya?
Kronologi
Peristiwa bermula saat sejumlah truk sampah sedang mengantre untuk membuang muatan di area TPST Bantargebang. Anggota rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban mengatakan jika longsoran terjadi secara tiba-tiba.
“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah," ujar Eko, dikutip dari Kompas.com.
Longsoran sampah tidak hanya mengenai sopir truk yang sedang mengantre di lokasi. Namun sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga ikut tertimbun.
"Masyarakat yang ada di warung juga ikut tertumpuk longsoran sampah," tambahnya.
Saat ini pencarian korban masih dilakukan. Ada sebanyak 15 unit ekskavator dikerahkan untuk membuka timbunan sampah dan mempercepat proses pencarian.
"Tercatat ada 336 personel gabungan dari Basarnas lalu TNI Polri kemudian BPBD, Dinas Kesehatan, DLH, Damkar, Satpol PP dan pihak terkait (terlibat pencarian korban)," ujar Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta Akhmad Rizkiansyah.
Selain melakukan pencarian korban, tim gabungan juga menemukan kendaraan yang sebelumnya tertimbun material longsoran sampah. Di lokasi juga disiagakan tim dokter kepolisian dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk membantu proses identifikasi korban selama proses pencarian berlangsung.
Kronologi longsor di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) malam mengakibatkan empat orang tewas tertimbun longsoran. Sementara beberapa lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan korban yang terdampak longsor akan mendapatkan santunan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto.
“Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah,” ucapnya, dikutip dari Tribun Jakarta.
“Serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” tambahnya. (*)
Artikel Asli




