Sopir truk Mitsubishi Fuso berpelat nomor S 9905 UR, berinisial IS (44 tahun), warga Kabupaten Mojokerto, meninggal dunia akibat serangan jantung saat mengemudi di jalur Pantura Situbondo, Minggu (8/3/2026). Truk tersebut bermuatan besi tua.
Insiden tragis ini mengakibatkan truk hilang kendali dan menghantam dua warung di pinggir jalan raya Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Dua bangunan yang terdampak adalah warung makan ikan bakar “Hikmah” milik Ristin (35) dan warung minuman milik Ririn (38).
Akibat benturan keras tersebut, warung minuman rusak berat hingga nyaris rata dengan tanah. Sementara itu, warung ikan bakar mengalami pecah kaca di seluruh bagian, dan bagian depan truk fuso dilaporkan ringsek parah.
Truk semula melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang. Saat melintas di lokasi kejadian, IS tiba-tiba tidak sadarkan diri sehingga truk oleng ke arah kanan dan langsung menabrak bangunan di sisi jalan.
“Saat kejadian, saya bersama ibu dan empat anak sedang berada di dalam warung. Kami langsung lari menyelamatkan diri ke belakang rumah. Kalau terlambat sedikit, mungkin kami sudah tertabrak,” ujar Ristin, salah satu pemilik warung.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, Ipda Hariyanto, membenarkan terjadinya kecelakaan tunggal tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kondisi kesehatan sopir yang memburuk secara mendadak.
“Berdasarkan keterangan pemilik armada (juragan), IS sedang mengangkut besi tua dari Pulau Bali menuju Mojokerto. Saat melintas di lokasi, korban terkena serangan jantung mendadak yang mengakibatkan hilangnya kendali atas kendaraan,” pungkas Ipda Hariyanto.





