Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyempatkan diri berbelanja saat meninjau kegiatan Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta pada Senin (9/3).
Barang yang dibelinya adalah sarung. Pramono mengatakan sengaja membeli sarung karena menemukan warna yang selama ini ia cari.
“Tadi saya membeli sarung, sengaja. Memang selama ini sarung itulah yang warnanya saya cari, kebetulan ada,” kata dia pada wartawan.
Ia mengakui harga sarung tersebut sedikit lebih mahal dibandingkan sarung lain yang dijual di bazar tersebut. Namun, hal itu tidak menjadi masalah karena sesuai dengan yang diinginkannya.
“Harganya, ya untuk sarung itu memang dibandingkan dengan sarung lain, terus terang aja harganya lebih mahal dikit lah. Tapi saya memang lagi mencari sarung itu, ” ujar Pramono.
Ada Paket Tebus Murah Rp 100 Ribu
Pramono menjelaskan, kegiatan Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 digelar selama dua hari, yakni pada 9–10 Maret 2026 di Balai Kota Jakarta.
Bazar tersebut merupakan kerja sama sejumlah BUMD DKI Jakarta, yakni Food Station, Dharma Jaya, Pasar Jaya, serta Bank Jakarta.
“Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Food Station, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya, dan tentunya dengan Bank Jakarta. Karena semua pembayarannya pakai QRIS,” jelas Pramono.
Dalam bazar tersebut juga tersedia paket tebus murah. Masyarakat cukup membayar Rp 100 ribu untuk paket yang sebenarnya bernilai Rp 150 ribu.
“Paket (sembako) yang di sini ada 3 ribu, sekali lagi harganya 100 ribu tetapi nilainya sebenarnya 150 ribu,” ujar Pramono.
Kegiatan bazar ini, lanjut Pramono, diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendorong para pedagang untuk berjualan dengan baik selama Ramadan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membuat masyarakat bahagia, happy. Karena tadi saya tanya dari mana, mereka rata-rata memang yang saya terkejut, cukup jauh dari Balai Kota. Dan mudah-mudahan penyelenggaraan ini akan membuat, memancing agar para pedagang bisa berjualan dengan baik,” tutup dia.





