InJourney: Pasar Domestik Bakal Topang Pariwisata Nasional di Tengah Risiko Geopolitik Global

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, buka suara soal kabar yang menyebut bahwa sektor pariwisata Tanah Air akan terkena dampak dari ekskalasi geopolitik Timur Tengah, utamanya pada sektor penerbangan terkait harga bahan bakar pesawat dan sektor pariwisata.

Direktur Commercial InJourney, Veronica Sisilia mengatakan, pihaknya masih cukup optimistis bahwa sektor pariwisata Indonesia masih akan tetap terjaga, di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik global.

Baca Juga :
Anggota DPR Ungkap Dampak Perang Timur Tengah bagi Indonesia
Moncong Pesawat GA-176 Penyok usai Mendarat di Pekanbaru, Garuda Indonesia Buka Suara

Meskipun di sisi lain, Veronica juga tak menutup mata mengenai dampak dari dinamika geopolitik tersebut bagi sektor pariwisata dan penerbangan di Indonesia, khususnya dalam hal pembatalan penerbangan internasional dan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$100 dolar per barel.

"Tapi kalau saya lihat, yang terjadi sampai hari ini volatilitas di harga energi, nilai tukar, dan lain sebagainya, sudah pasti itu ber-impact. Kita semua sama-sama paham," kata Veronica dalam konferensi pers 'Kesiapan Jelang Idul Fitri 2026' di Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Bandara yang dikelola InJourney Airports [dok. Humas InJourney Airports]
Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Namun, Dia meyakini bahwa sektor pariwisata nasional masih memiliki ketahanan yang baik, karena didukung oleh pasar domestik yang besar. Veronica mengaku tetap optimistis, karena permintaan wisata domestik di Indonesia juga masih kuat.

Terlebih, saat ini InJourney pun sedang bersiap menyambut periode peak season libur Lebaran 2026, dengan sejumlah program unggulan yang mengedepankan nilai-nilai kultural. Veronica berharap, pelayanan terbaik di masa libur Lebaran menjadi momentum bagi InJourney dalam menjaga tren positif sektor pariwisata Indonesia. 

"Kami ingin semua orang menikmati lebaran ini dengan hati yang semangat pulang mudik, jalan-jalan, ngobrol ke keluarga, naik pesawat dan sebagainya itu yang kami tekankan untuk situasi saat ini," ujar Veronica.

Dia menyampaikan, jumlah wisatawan domestik pada 2025 mencapai sekitar 101 juta perjalanan, dengan pertumbuhan sekitar 14,4 persen. Sementara jumlah wisatawan mancanegara tercatat mencapai sekitar 1,14 juta.

"Kita masih melihat forecast pertumbuhan wisatawan yang masuk di 2025 penutupan di Desember itu sekitar 14,4 persen. Kami berharap wisata domestik masih kuat," kata Veronica.

Dia menambahkan, InJourney pun optimistis dengan tren okupansi destinasi dan hotel BUMN pada tahun ini. Pihaknya memproyeksi, pertumbuhan kunjungan mencapai sekitar 15 persen khususnya di kawasan Borobudur, Ratu Boko, dan Prambanan. Sementara hotel-hotel yang dikelola InJourney Hospitality diperkirakan juga akan mengalami pertumbuhan okupansi sekitar 10 persen.

Baca Juga :
Harga Minyak Dunia Meroket US$118 Per Barel, Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik
Iran Masukkan Aset Ekonomi AS ke Daftar Target Serangan
Harga Minyak Nyaris US$120 per Barel, Lonjakan Terbesar Hampir 40 Tahun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Sampah Bantargebang Longsor, Menteri LH Bakal Pidanakan Pengelola
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz: 3 WNI Hilang, 1 Selamat
• 18 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Legislator PKS Sebut Longsor di Bantar Gebang Jadi Peringatak Keras Permasalahan Sampah Jakarta
• 35 menit lalutvonenews.com
thumb
Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Kasus Korupsi Ekspor POME, Siapa Saja?
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Rumah Sakit Pangkalan Udara AS di Jerman Kewalahan Dipenuhi Tentara Korban Rudal Iran
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.