Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil pulih dari penurunan tajam seiring lonjakan harga minyak dunia di tengah eskalasi perang di Timur Tengah. IHSG melemah 3,27 persen atau 248,32 poin ke level 7.337,37 pada penutupan perdagangan Senin, 9 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG terjun bebas ke area 7.163 pada awal perdagangan. Indeks perlahan bangkit setalah mencapai titik terendah, namun pergerakannya masih berada di zona merah.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 23,88 triliun sementara volume transaksi sebesar Rp 468,01 juta. Dengan total perdagangan sebanyak 2,47 juta transaksi.
Sektor transportasi mengalami koreksi paling dalam sebesar 5,22 persen lalu sektor bahan baku anjlok 4,59 persen dan sektor konsumer siklikal tergerus 4,54 persen. Sektor energi melemah 4,33 persen, sektor industri merosot 4,04 persen dan sektor properti menyusut 4,57 persen.
Kemudian sektor infrastruktur rontok 3,75 persen, sektor konsumer non-siklikal melemah 3,50 persen, sektor kesehatan jatuh 2,74 persen, sektor teknologi turun 1,58 persen, dan sektor keuangan tergerus 1,34 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, penutupan Selat Hormuz membuat para produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya karena kekurangan tempat penyimpanan minyaknya sehingga tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan. Akibatnya harga minyak mentah meningkat tajam di atas level US$100 per barel yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Para Menteri Keuangan negara G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan darurat minyak secara bersama-sama. Penarikan cadangan strategis ini sebelumnya pernah dilakukan sebanyak lima kali, diantaranya ketika invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan di Libya, badai Katrina dan selama Perang Teluk pertama.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga emiten berhasil membukukan lonjakan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Saham ITMG melonjak 4,91 persen atau 1.325 poin dan ditutup menjadi 28.300.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham AADI melambung 1,46 persen atau 150 poin ke level 10.450.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Saham BBNI juga mencatatkan kenaikan relatif besar, yakni 0,47 persen atau 20 poin dan ditutup pada area 4.290.





