Insentif Apa Saja yang Bisa Dimanfaatkan Pemudik Tahun Ini?

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Pemudik selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 144 juta orang. Bagaimana pemerintah melayani jutaan pemudik sekaligus menggerakkan perekonomian dari mobilitas manusia besar-besaran selama periode libur Lebaran 2026?

Anda bisa mempelajari beberapa hal dari artikel ini.

  1. Mengapa pemerintah memberi insentif transportasi selama periode libur Lebaran?
  2. Insentif apa yang diberikan untuk transportasi darat?
  3. Bagaimana insentif untuk transportasi udara?
  4. Bagaimana insentif untuk transportasi laut dan penyeberangan?
  5. Bagaimana pemerintah mengatur perjalanan mudik tahun ini?
Mengapa pemerintah memberi insentif transportasi selama periode libur Lebaran?

Jumlah pemudik selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 144 juta orang. Lebih rendah dari perkiraan jumlah pemudik tahun lalu yang sebesar 146 juta pemudik, tetapi realitasnya mencapai 154,6 juta orang.

Meski demikian, tetap saja jumlah pemudik tahun ini nyaris setengah dari jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan 287,9 juta jiwa. Mobilitas orang sebanyak itu yang diikuti oleh momen konsumsi diyakini akan menggerakkan perekonomian.

Oleh karena itu, pemerintah memberikan insentif transportasi dalam bentuk diskon tarif. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 911,16 miliar, bersumber dari APBN dan non-APBN.

Insentif transportasi merupakan bagian dari stimulus ekonomi pada triwulan I-2026 yang diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (10/2/2026), di Jakarta. Selain insentif transportasi, pemerintah juga memberikan stimulus dalam bentuk bantuan pangan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan nilai sekitar Rp 11,92 triliun.

Airlangga menyebut belajar dari kebijakan stimulus tahun sebelumnya, kebijakan diskon transportasi pada periode hari besar keagamaan nasional terbukti mendorong pergerakan masyarakat, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi. 

Pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, misalnya, peningkatan mobilitas masyarakat mengangkat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2025 hingga 5,39 persen dengan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tercatat 5,11 persen secara tahunan. Saat itu, sebanyak 110,43 juta orang bepergian.

Selain insentif transportasi, pemerintah juga menerapkan fleksibilitas hari kerja dalam bentuk work from anywhere (WFA), bukan hari libur tambahan. Skema ini berlaku pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret.

Lewat kombinasi diskon transportasi, fleksibilitas kerja, dan bantuan pangan, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga dan mobilitas masyarakat pada triwulan I-2026 tetap terjaga sekaligus menopang momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca JugaJaga Ekonomi Awal Tahun, Negara Gelontorkan Stimulus Transportasi dan Pangan 
Insentif apa yang diberikan untuk transportasi darat?

Insentif diberikan dalam bentuk diskon tarif sebesar 30 persen untuk angkutan kereta api dengan target 1,2 juta penumpang. Diskon tarif berlaku untuk perjalanan periode 14-29 Maret 2026.

Program diskon dilengkapi dengan layanan Angkutan Motor Gratis dengan Kereta Api (MOTIS) untuk 11.900 sepeda motor. Jumlah pendaftar hingga 5 Maret mencapai angka 9.529 unit. Adapun jumlah penumpang yang telah mendaftar sebanyak 18.382 orang dari total kuota sebanyak 28.196 penumpang.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyediakan program mudik gratis. Program ini disokong oleh 401 bus yang mengangkut 15.834 penumpang pada arus mudik dan balik tahun ini.

Program mudik gratis angkutan jalan dibuka ke 34 kota tujuan di sepuluh provinsi baik di Jawa maupun luar Jawa. Waktu keberangkatan arus mudik adalah 16, 17, dan 18 Maret 2026 dari terminal yang berbeda-beda. Sementara pada arus balik, program mudik gratis diberangkatkan dari 12 kota di 8 provinsi pada 25 Maret 2026.

Sejak pendaftaran dibuka pada 1 Maret 2026, data per 5 Maret 2026 menunjukkan, jumlah pendaftar mudik gratis menggunakan bus telah mencapai 15.550 orang.

Selain itu, pemerintah menyediakan delapan truk untuk pemudik yang ingin pulang kampung dan balik dengan sepeda motor ke Solo, Yogyakarta, Purwokerto, dan Wonogiri. Kedelapan truk itu menampung 240 sepeda motor. Jumlah pendaftar mudik gratis sepeda motor ini telah mencapai angka 172 unit pada 5 Maret.

Baca JugaIkut Mudik Bus Gratis, Daftar Daring Per 1 Maret 2026
Bagaimana kemudahan untuk transportasi udara?

Pada moda angkutan udara, pemerintah memberikan diskon tarif 17-18 persen untuk tiket kelas ekonomi penerbangan domestik pada periode 14-29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.

Sesuai dengan penjelasan Kemenhub pada Jumat (6/3/2026), penjualan tiket pesawat setelah diberlakukannya stimulus oleh pemerintah menunjukkan, jumlah tiket penerbangan domestik yang sudah terjual pada periode 13-29 Maret 2026 mencapai 1.767.574 kursi.

Tiga rute dengan jumlah penjualan tertinggi yakni Jakarta-Denpasar, Jakarta-Medan, dan Jakarta-Padang.

Bagaimana kemudahan untuk transportasi laut dan penyeberangan?

Pemerintah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang selama masa angkutan laut Lebaran 2026. Pemerintah melalui PT Pelayaran Nasional Indonesia memberikan diskon tiket 30 persen dari tarif dasar.

Diskon ini diberikan kepada semua trayek kapal PSO PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kelas ekonomi pada periode 11 Maret-5 April 2026 dengan target 445.000 penumpang.

Selain itu, Kemenhub menyiapkan 69.232 tiket gratis untuk masyarakat yang hendak mudik melalui jalur laut. Jalur itu tersebar di 97 ruas trayek yang melayani berbagai wilayah kepulauan Indonesia, mulai dari Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Program ini bekerja sama dengan lima operator yang memiliki rute berbeda dan mekanisme pendaftaran sendiri. Kelima operator ini adalah PT Belibis Papua Mandiri, PT Pelayaran Dharma Indah, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, PT Dharma Lautan Utama, dan PT Jembatan Nusantara.

Untuk angkutan penyeberangan, pemerintah mengerahkan 254 unit kapal. Melalui PT ASDP (Persero) PT ASDP (Persero), pemerintah memberikan diskon tiket 21,9 persen untuk 2,4 juta penerima manfaat, termasuk 945 kendaraan di tujuh lintasan.

Ketujuh lintasan tersebut yakni Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, Kayangan-Pototano, Tanjung Uban-Telaga Punggur, Ajibata-Ambarita, dan Sape-Labuan Bajo.

Baca JugaUang Cekak Bukan Berarti Tak Bisa Mudik Lebaran
Bagaimana pemerintah mengatur perjalanan mudik tahun ini?

Mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalan pada masa arus mudik dan balik tahun ini, Kemenhub akan menerapkan sistem satu arah (one way), sistem lajur pasang surut (contra flow), dan sistem ganjil genap.

Hal ini diharapkan mampu mengurai kepadatan dan menciptakan kelancaran arus lalu lintas terutama pada saat puncak arus mudik dan balik.

Pemberlakuan sistem satu arah pada arus mudik dilakukan mulai dari Kilometer 70 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 421 Jalan Tol Semarang-Solo. Ini dilakukan mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 00.00.

Untuk arus balik, sistem satu arah diterapkan mulai dari Km 421 Jalan Tol Semarang-Solo sampai Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada 23 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 29 Maret 2026 pukul 00.00.

Adapun sistem jalur pasang surut akan diberlakukan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 47-Km 70 dan Jalan Tol Jagorawi Km 21-Km 8 pada jam-jam padat arus mudik dan balik. Sistem ganjil genap juga akan diterapkan pada saat arus mudik dan arus balik.

Untuk angkutan penyeberangan, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, Rabu (4/3/2026), menjelaskan, pihaknya menyiapkan skenario pembagian pelabuhan di lintasan Jawa-Sumatera supaya tidak terjadi penumpukan.

Penumpang pejalan kaki, penumpang bus, ataupun pengguna kendaraan pribadi (golongan IVA dan IVB) dilayani melalui Pelabuhan Merak. Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan melayani pesepeda motor dan kendaraan golongan III, VB (truk ukuran sedang), dan VIB (truk dua sumbu).

Truk-truk yang lebih besar bisa menyeberang melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara. Truk yang dimaksud, misalnya, golongan VIB (dua sumbu), VII, VIII, dan IX.

Pada saat perayaan Nyepi pada 19 Maret 2026, operasionalisasi angkutan penyeberangan akan ditutup di Pelabuhan Padang Bai-Lembar serta Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Penutupan dimulai mulai Rabu (18/3/2026) sampai dengan Jumat (20/3/2026).

Baca JugaPersiapan Mudik Lebaran 2026: One Way, Contra Flow, Ganjil Genap, hingga Diskon Tarif

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Gentar! Militer Iran Tegaskan Siap Perang Lawan AS-Israel hingga 6 Bulan ke Depan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Top 3 Bola: Blak-blakan Perasaan Miliano Jonathans, hingga Welber Jardim Selangkah Lagi Gelar
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
F1 GP Australia 2026: Russell Juara di seri pertama
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Bursa Asia Ambruk Tertekan Lonjakan Pesat Harga Minyak Dunia
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Gunung Sampah Bantargebang Longsor Timbun Truk dan Warung, 3 Orang Tewas
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.