Indeks Bisnis-27 Ditutup di Zona Merah, BBNI Tetap Cuan Sendiri

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026). Tren indeks sejalan dengan kondisi pasar saham yang sedang tertekan oleh sentimen global. Meski begitu, saham BBNI menjadi satu-satunya konstituen yang tetap ditutup naik.

Melansir IDX Mobile, indeks hasil kerja saham harian Bisnis Indonesia ini turun 2,85% atau 14,50 poin ke 493,98. Kapitalisasi pasar indeks turun menjadi Rp3.713 triliun pasca melalui perdagangan yang mencatat transaksi 8,96 miliar saham senilai Rp9,12 triliun.

Sepanjang perdagangan hari ini indeks bergerak di level 485,22 sampai 496,33. Hanya 1 saham konstituen indeks Bisnis-27 yang menguat, dan sisanya 24 saham ditutup melemah dan 2 saham tak berubah.

Satu-satunya saham konstituen yang ditutup naik adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik 0,47% ke Rp4.290. Sedangkan, dua saham yang tak berubah adalah PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) yang tetap di Rp1.280 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang stagnan di Rp1.125.

Baca Juga : IHSG Ditutup Turun 3,27% ke 7.337, Saham PGAS, AMMN, hingga NCKL jadi Pemberat

Di sisi lain, saham yang melemah hari ini antara lain adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang turun 2,08% ke Rp2.350, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 5,45% ke Rp3.820, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,79% ke Rp6.875, hingga saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang turun 1,01% ke Rp2.950.

Dengan pelemahan hari ini, indeks Bisnis-27 dalam sebulan terakhir turun 7,09%. Sejak perdagangan awal bulan Maret 2026, hanya sekali indeks menguat yaitu pada perdagangan Kamis (5/3).

Laju indeks Bisnis-27 saat ini selaras dengan tren pasar. Hari ini IHSG ditutup turun 3,27% ke 7.337,37. Hari ini hanya 73 saham yang ditutup menguat, sisanya 744 saham melemah dan 141 saham tidak berubah. Seperti indeks Bisnis-27, IHSG sejak awal perdagangan bulan Maret 2026 juga hanya ditutup menguat satu kali.

Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan sentimen negatif di pasar saham Indonesia saat ini adalah kondisi konflik AS-Iran yang menyulut harga minyak global.

"Lonjakan harga minyak berpengaruh secara negatif pada sebagian besar saham di Indonesia karena memicunya inflasi dan defisit pada anggaran kita," ujarnya kepada Bisnis, Senin (9/3/2026).

Melansir Bloomberg sekitar pukul 16.00 WIB, harga minyak WTI untuk kontrak April 2026 pada Senin (9/3) telah naik 14,52% ke US$104,10 per barel, sedangkan minyak Brent kontrak Mei 2026 juga menguat 16,42% ke US$107,91 per barel. 

Dia memperkirakan jika konflik terus berlanjut dan semakin parah sampai mengakibatkan terganggunya rute di Selat Hormuz secara penuh, harga minyak dunia bisa tembus ke atas US$130 per barel.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klarifikasi Zendhy Kusuma di Kasus Nabilah O Brien: Mengakui Ada Kekeliruan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Meski Sedang Sakit, Vidi Aldiano Masih Pikirkan Ibadah Sebelum Meninggal Dunia
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Mengenal Ethan Kohler, Eks Werder Bremen Keturunan Bali-Jerman yang Pilih Main untuk Amerika Serikat Ketimbang Timnas Indonesia
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Minggu Malam, Balai Kota Bogor Gelap Gulita karena Mati Listrik
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Ledakan Hancurkan Sinagoga di Belgia, Wali Kota Sebut Aksi Antisemit
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.